Home >  Berita >  Peristiwa
PON XIX Jawa Barat 2016

Gulat Kembali Ricuh, Pelatih Kaltim Jungkalkan Meja Juri

Gulat Kembali Ricuh, Pelatih Kaltim Jungkalkan Meja Juri
Petugas Keamanan dan panitia pertandingan menyaksikan rekaman ulang terjadinya kericuhan di pertandingan semifinal cabang gulat PON XIX di ruang juri GOR Saparua Bandung. (GoNews)
Senin, 26 September 2016 19:43 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BANDUNG - Pertandingan cabang olahraga gulat PON XIX Jawa Barat 2016 kembali ricuh. Akibat kericuhan tersebut, pertandingan semifinal lainnya terpaksa dihentikan dan akan dilanjutkan, Selasa (27/9/2016).

Kericuhan terjadi pada pertandingan semifinal Gaya Bebas kelas 65kg yang mempertemukan pegulat Kaltim, Asriansyah melawan pegulat tuan rumah Jawa Barat, Bagus di GOR Saparua Bandung, Senin (26/6/2016).

Kubu Tim Gulat Kaltim yang menilai Asriansyah yang menang langsung melakukan protes keras. Dua pelatih Tim Gulat Kaltim, Rudiansyah dan Badriansyah mendatangi meja juri dan langsung menjungkalkannya.

"Saya sudah mencoba menenangkan anak-anak tetapi tidak bisa. Ini merupakan puncak kemarahan mereka yang merasa protesnya tidak pernah ditanggapi juri," kata pelatih kepala Tim Kaltim, Bunyamin yang ditemui di halaman GOR Saparua.

Ads
Dalam pertandingan semiifinal itu, Bunyamin yang juga pelatih nasional dengan tegas menyebut Asriansyah yang menang. "Asriansyah harusnya menang 2-1. Kok malah juri memberikan penilaian imbang 1-1. Ini jelas tidak fair," kata Bunyamin yang sebelumnya telah memperingatkan agar juri gulat PON XIX bertindak fair dalam memimpin pertandingan.

Ketika disebut adanya tudingan salah seorang pelatih Kaltim menendang juri asal Iran, Ali Akbar, Bunyamin malah balik bertanya. "Siapa yang menendang wasit?," tanyanya.

Dalam rekaman video yang diputar petugas keamanan bersama panitia di ruang juri memang terlihat Rudiansyah dan Badriansyah mendatangi meja wasit. Kemudian, Rudiansyah yang terbakar emosi menjungkalkan meja.

"Rudiansyah yang menjungkalkan meja dan mencoba memukul serta menendang wasit asal Iran, Ali Akbar. Makanya, saya membuat laporan ke Polresta Bandung biar segera diproses secara hukum," kata Technical Delegate Gulat PON XIX, Wilbertus Sihotang.

Salah seorang juri, Maurice Sihombing juga menuding Rudiansyah yang menendang Ali Akbar. "Lihat saja di rekaman jelas terlihat Rudiansyah yang menjungkalkan meja dan menendang Ali Akbar," katanya.

Secara terpisah, Ketua Pengprov PGSi Jateng, Andreas menyesalkan terjadinya kericuhan yang memgakibatkan pertandingan partai semifinal lainnya ditunda. "Harusnya protes dilakukan sesuai prosedur sehingga pertandingan semifinal tidak ditunda. Kasihan, atlit gulat Jateng yang sudah siap bertarung jadi tertunda," katanya.

Pelatih DKI Jakarta asal Iran, Akbar mengatakan kericuhan tidak perlu terjadi bilamana petugas keamanan siaga. "Keamanan pertandingan di PON XIX ini sepertinya hanya menonton saja. Kalau di Iran, petugas keamanan langsung menangkap dan memgamankan pelaku kericuhan dalam pertandingan," katanya.

Kericuhan akibat penilaian juri ini terjadi untuk ketiga kalinya. Dua kericuhan sempat juga terjadi pada babak penyisihan. ***
Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : Peristiwa, Pemerintahan, Olahraga
www www