PON XIX Jawa Barat 2016

Miris, Kritisi Anggaran PON, Wartawan Tribun Jabar Malah Diancam LSM

Miris, Kritisi Anggaran PON, Wartawan Tribun Jabar Malah Diancam LSM
Ilustrasi.
Rabu, 21 September 2016 11:00 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wartawan Tribun Jabar, Moh Zezen Zainal M, menerima intimidasi dari orang tak dikenal karena berita yang dibuatnya. Zezen menduga kuat intimidasi tersebut terkait berita di Harian Tribun Jabar, Sabtu (17/9/2016), terkait penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional XIX 2016.

"Berita itu tayang pada koran cetak Tribun Jabar dan menjadi headline halaman pertama dengan judul 'Menpora Ingatkan PB PON.' Hati-hati Penggunaan Dana, Jangan Sampai Kasus PON Riau Terulang,” kata Zezen pada Selasa (20/9/2016).

Intimidasi Zezen terima pada Sabtu (17/9/2016) sekitar pukul 10.59 WIB. Pesan singkat dari seseorang dengan nomor tak dikenal masuk ke ponsel Zezen. Pengirim pesan menanyakan keberadaan Zezen.

"Beberapa menit kemudian nomor tersebut menelpon ke nomor saya, tapi tidak terangkat karena ponsel saya sedang diisi baterainya. Ketika melihat ada panggilan tak terjawab dan SMS, saya berinisiatif menelpon nomor bersangkutan namun tidak dijawab,” lanjut Zezen.

Ads
Tak lama nomor tersebut kembali mengirim beberapa pesan singkat bernada ancaman. Pengirim meminta Zezen tak lagi memberitakan hal-hal sensitif terkait PB PON seperti penggunaan dana, dan lainnya. Si pemilik ponsel juga melontarkan beberapa fitnah,” kata Zezen.

Intimidasi kembali dialami Zezen pukul 14.26 WIB. Ia mendapat pesan singkat dari nomor lain dan menggunakan nama lain. Pengirim pesan singkat mengaku anggota lembaga swada masyarakat.

"Pengirim pesan singkat yang kedua ini menelpon saya. Saya angkat. Dalam perbincangan tersebut dia menyatakan keberatannya dengan berita yang saya buat dan tayang pada Sabtu itu,” kata Zezen.

Menurut dia pria yang mengaku anggota LSM itu ingin bertemu dengannya. Teman-teman pengirim pesan merasa tersinggung dengan pemberitaaan tersebut. Dia juga mengancam akan mendatanginya.

"Dia mengaku sudah tahu tempat tinggal saya. Dia bahkan mengancam akan membuat saya kapok bila masih terus membuat berita-berita yang mengkritisi PB PON. Dia dan beberapa orang yang terdengar di suara telepon mengancam akan menghabisi saya dan karier saya di Tribun Jabar,” kata Zezen.

Zezen menambahkan intimidasi dan teror terus bermunculan pada hari yang sama. Ia mendapatkan telepon dari nomor berbeda sekitar pukul 15.32 WIB. Orang yang menelpon mengaku sebagai anggota sebuah ormas.

"Singkatnya dalam perbincangan itu orang ketiga ini bersama orang pertama dan kedua yang mengirim pesan singkat dan meminta saya menghentikan pemberitaan-pemberitaan yang mengkritisi PB PON apalagi menulis hal-hal yang sensitif. Kembali ancaman pun kembali dilontarkan,” kata Zezen.

Zezen telah menyarankan kepada mereka dan pihak yang berkeberatan menyampaikan hak jawab kepada redaksi Tribun Jabar. Mereka malah mengancam akan datang dan membuat kekerasan di Tribun Jabar.

“Saya pun dalam beberapa perbincangan dengan tiga orang berbeda itu sempat menanyakan mengapa mereka keberatan. Karena saya tidak merasa memberitakan mengenai ormas atau LSM mereka. Yang saya beritakan hanya berita normatif mengenai warning dari Kemenpora kepada PB PON agar hati-hati menggunakan dana PON sehingga kasus PON Riau tidak terulang di PON Jabar,” kata Zezen.

Zezen mengatakan, ancaman baru berhenti sekitar pukul 16.30 WIB setelah mematikan ponsel. ***
Sumber : Tribunews
Kategori : Gonews Group, Peristiwa, Olahraga
www www