Home >  Berita >  Olahraga

Perkembangan Asian Games 2018 Dibahas di Kongres World Martial Arts Masterships

Perkembangan Asian Games 2018 Dibahas di Kongres World Martial Arts Masterships
Kresna Bayu bersalaman dengan Presiden Konfiderasi Kurash Asia, Haider Fahman. (Azhari)
Sabtu, 03 September 2016 00:21 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Keseriusan dan kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah Asian  Games 2018 terus diinformasikan kepada komunitas olahraga  Internasional. Kali ini, bertepatan dengan digelarnya World Martial Arts Masterships (WMAM) 2016 di Cheongju, Korsel, INASGOC (Indonesia Asian Games Organizing Committee/Panitia Pelaksana Asian Games 2018) yang diwakili bidang Media dan Public Relations hadir untuk memberikan informasi terkini tentang multi event olahraga bangsa Asia tersebut.

Kesempatan itu muncul saat INASGOC mendapat kehormatan di  upacara pembukaan International Congress WMAM 2016, Jumat (2/9/2016) untuk memaparkan kesiapan Jakarta dan Palembang  sebagai tuan rumah Asian Games 2018 dalam sesi "Promotion of Upcoming Sports Mega Events".

Acara pembukaan itu dihadiri Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korsel, Kim Jong-deok, Lee Si-jong, Gubernur Provinsi Chungcheongbuk, Lee Sung-hun, walikota Cheongju, dan  Kim Yang-hee, Dewan kota Cheongju, serta perwakilan dari 87 negara  peserta WMAM.

Dalam paparan selama 15 menit di depan 350 undangan dari  berbagai negara di kongres internasional WMAM 2016 itu, bidang Media dan Public Relations yang diwakili Ratna Irsana menyampaikan kemajuan pembangunan perkampungan atlet, renovasi Gelora Bung Karno, Senayan, dan kesiapan kompleks olahraga Jakabaring di Palembang untuk menerima para atlet dan ofisial dari 45 negara Asia yang akan hadir pada 18 Agustus 2018 mendatang.

Ads
"Ini pertama kali INASGOC memperkenalkan logo baru Asian Games  2018 di luar negeri, sekaligus memberikan informasi terkini tentang kesiapan Jakarta-Palembang sebagai tuan rumah Asian Games 2018," jelas Kresna Baru, Direktur Media dan PR INASGOC di Cheongju, Korsel.

"Kami memanfaatkan WMAM 2016 ini karena ini ajang dunia dan diikuti atlet-atlet beladiri yang akan bertanding di Asian Games 2018 mendatang. Ini momen yang tepat untuk mengabarkan kepada mereka bahwa Indonesia siap," tegas mantan pejudo nasional itu.

Sambutan positif atas presentasi Indonesia diberikan para peserta kongres. Salah satunya datang dari Presiden Konfiderasi Kurash Asia, Haider Fahman yang mendukung kehadiran delegasi INASGOC di WMAM 2016.

"Dengan waktu tersisa, hingga penyelenggaraan Asian Games 2018, Indonesia harus sering mengabarkan ke forum-forum internasional, terutama Asia tentang kemajuan dan kesiapan sebagai tuan rumah. Saya berharap, Indonesia bisa sukses saat menggelarnya," ucap pria yang juga menjabat sebagai Direktur Departemen Asian Games OCA (Dewan Olimpiade Asia)

Hal senada juga diungkapkan Suresh Gopi, Chairman Federation Internationale de Sambo (FIAS). Sambo merupakan salah satu cabang beladiri baru yang akan dipertandingkan di Asian Games Jakarta-Palembang.

"Sudah tentu saya mendukung pelaksanaan Asian Games di negara Anda. Apalagi Sambo juga akan dipertandingkan di sana. Saya menyimak presentasi Anda yang bagus, dan saya yakin Indonesia akan menjadi tuan rumah yang sukses," tambahnya.

Ajang Cheongju 2016 World Martial Arts Mastership yang berlangsung 2-8 September itu diikuti 2.100 atlet dan mempertandingkan 15 cabang olahraga. Indonesia berpartisipasi di cabang olahraga Sambo dengan menyertakan delapan atlet dan dua ofisial. (***)
www www