Pesona Kain Etnik Nusantara, 'Kalau Bukan Kita yang Melestarikan Siapa Lagi'

Pesona Kain Etnik Nusantara, Kalau Bukan Kita yang Melestarikan Siapa Lagi
Pembukaan Pesona Kain Etnik oleh Bintang Puspayoga didampingi para Ketua komunitas kain etnik. (Muslikhin/GoNews)
Kamis, 01 September 2016 16:54 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pembukaan Pesona Kain Etnik Nusantara 2016 resmi dibuka oleh Bintang Puspayoga, istri Menteri Koperasi dan UKM AAGN. Dirinya pun memiliki harapan besar, agar seluruh desainer kain etnik di seluruh Indonesia bisa mempromosikan keindahan dan pesona kain‎ ke segala kalangan, khususnya generasi muda.

Karena menurutnya, kalau tidak kita yang melestarikan lalu siapa lagi?

"Saya juga berharap agar acara seperti ini tidak sebatas seremonial, melainkan bisa berkelanjutan untuk memelihara budaya etnik nusantara," sambutnya, Kamis (01/09/2016) di Gedung Smesco Jakarta.

?Sementara itu, Ketua Umum Komunitas Desain Etnik H Raizal Boeyoeng Rais menyebutkan tujuan digelarnya acara ini memang untuk lebih memasyarakatkan dan membudayakan memakai kain etnik khas Indonesia.

Ads
Bahkan kata desainer asal Sumatera Barat ini, dia sependapat dengan yang dikatakan istri Menteri Koperasi tersebut. "Saya setuju, kalau bukan kita untuk melestarikan kain etnik nusantara, siapa lagi? Apalagi, ada kain etnik kita yaitu kain kurung sudah dipatenkan dan diakui oleh Malaysia, dan perlu diingat aslinya kain kurung itu asalnya dari kota Padang lho. Nah melihat situasi seperti ini, saya mengajak seluruh kalangan dan lapisan masyarakat untuk menjaga pesona kain etnik tetap menjadi milik kita, milik bangsa Indonesia, jangan sampai dipatenkan lagi di sana," tukasnya.

Sementara itu, Dirut Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) Kementrian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi menambahkan bahwa Gallery UKM Smesco? "Galeri Indonesia WOW" akan menjadi pusat desain para desainer Indonesia.

"Dari Smesco akan lahir tren-tren fesyen berbasis heritage Indonesia, dan bernuansa budaya Nusantara. Selain itu, kita juga ingin masyarakat khususnya kalangan generasi muda 'aware' menggunakan kain nusantara. Dengan begitu, kita turut meningkatkan UKM-UKM kita, selain memelihara budaya kain etnik," kata Zabadi.

?Zabadi memastikan event-event seperti itu merupakan hal yang rutin. "Hampir tiap minggu kita menggelar event yang menunjukkan bahwa UKM kita juga memiliki keunggulan. Dan, agar masyarakat cinta produk UKM Indonesia. Yang jelas, kita akan selalu memfasilitasi event-event yang berkaitan dengan pemberdayaan produk-produk UKM agar menjadi tuan rumah di negeri sendiri," imbuh Zabadi.

Menurut Zabadi, pihaknya memiliki tenant UKM seluruh Indonesia sebanyak 2000 UKM.

"Selain itu, kita terus melakukan capacity building untuk UKM di seluruh Indonesia, dimana ada sekitar 90 ribu produk UKM hasil kurasi yang ada di Galeri kami. Untuk yang belum lolos kurasi, kita terus melakukan pendampingan," tandasnya.

Sementara Ketua Komunitas Wanita Berbaju Bodo, Erna Rasyid Taufan dan Lisda Jhonrizal selaku Ketua Padusi Babaju Kurung berpendapat, bahwa tujuan diadakanya iven ini, sekaligus memberitahu ke masyarakat, bahwa tampil modis tampil moderen tidak harus kebarat-baratan.

"Dengan baju etnik kita bisa modis, justru itu kita semacam melakukan kampanye ayo lestarikan busana berbahan kain ini," ujar Lisda yang juga istri Bupati Passel.

"Kalau kita mengajak masyarakat secara sepontan tidak akan maksimal. Justru dengan kita memberi contoh dengan memakai pakaian etnik bersama-sama komunitas inilah maka masyarakat dengan sendirinya melihat dan setelah itu kita berharap mereka mau meniru," timpal Erna Rasyid yang juga istri Walikota Parepare itu.

Sampai berita ini diposting berbagai acara masih berlangsung, termasuk seminar kecantikan, pameran hasil karya-karya desainer ternama dan lainya. (***)
www www