Home >  Berita >  Medan

Mantan Teroris: Pelaku Teror Bom di Gereja di Medan tidak Bekerja Sindirian

Mantan Teroris: Pelaku Teror Bom di Gereja di Medan tidak Bekerja Sindirian
Khairul Ghozali. Rabu. 31/8/2016. (GoSumut/Yusuf Ahmad)
Rabu, 31 Agustus 2016 17:19 WIB
Penulis: Yusuf Ahmad
MEDAN - Percobaan teror bom bunuh diri yang dilakukan oleh Ivan Armadi Hasugian mendapat perhatian dari mantan teroris sekaligus pendiri Pesantren Darusy Asyifa, Ustadz Khairul Ghozali.
Khairul Ghozali mengungkapkan aksi yang dilakukan Ivan tidak mungkin dilakukan seorang diri.
 
"Saya pada hari Senin lalu dipertemukan dengan pelaku. Berdasarkan pengakuan dari pelaku melakukan aksinya atas perintah suatu kelompok, apalagi jika melihatnya usianya yang masih remaja pasti ada hasutan dari orang lain," ungkapnya saat ditanyai awak media di pesantren khusus keluarga mantan teroris tersebut, Rabu (31/8/2016).
 
Ghozali menjelaskan, Ivan mengalami perubahan sikap setelah rutin mengikuti pengajian di sebuah tempat di kawasan Setia Budi.
 
"Selain ikut pengajian, aktivitas pelaku yang sering berinteraksi dengan kelompok tertentu di dunia maya dan juga terinspirasi serangan Perancis membuat pelaku melakukan aksi teror di gereja," jelasnyanya.
 
Ghozali menjelaskan, orang-orang yang mendoktrin Ivan nekat melakukan percobaan bom bunuh diri belum bisa dijerat hukum. Sebab Undang-Undang di Indonesia belum melihat tindakan tersebut sebagai tindak pidana.
 
"Yang mendoktrin belum bisa dijerat hukum karena Undang-Undang di Indonesial belum menyatakan itu tindak pidana," demikian Ustad Khairul.
Ads
Editor : Arif
Kategori : Medan, Gonews Group, Umum
www www