Home >  Berita >  Medan

Cegah Masuknya Virus Zika, Sumut Perketat Bandara

Cegah Masuknya Virus Zika, Sumut Perketat Bandara
Rabu, 31 Agustus 2016 17:34 WIB
Penulis: Fatih Al Rizki
MEDAN - Untuk mencegah masuknya virus zika di provinsi ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui lintas sektor terkait, perketat Bandara Kualanamu Internasional sebagai pintu masuk penumpang dari dalam dan luar negeri. Pasalnya, virus zika ini sudah merebak di negara tetangga, Singapura.Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Agustama menyampaikan, pencegahan penyebaran virus zika ini akan dikoordinasikan dengan instansi lainnya seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), pihak penerbangan, dinas kesehatan, dan RSUP H Adam Malik.

“Kita perketat bandara. Sebab, ini merupakan pintu masuk. Selain itu, di bandara juga sudah tersedia alat pengukur suhu panas tubuh (thermal scan). Sehingga, jika ada penumpang asal Singapura yang terindikasi mengidap virus zika, maka akan terdeteksi dan segera dirujuk ke RS Adam Malik,” ujar Agustama, Rabu (31/8/2016).

Jika nantinya ada penumpang yang terdeteksi, penumpang akan diberikan kartu emergeny kesehatan (health alert card), kemudian diedukasi dan selanjutnya akan dirujuk ke rumah sakit milik Kemenkes RI (RS Adam Malik).

Meskipun begitu, ujar Agustama, sejauh ini virus zika belum terdeteksimasuk sampai ke Sumut. "Kalau setiap hari, penerbangan dari Singapura itu ada 5 flight. Dan dari kemarin, belum ada kasus penumpang yang terdeteksi mengidap virus zika ini," jelasnya.

Tak hanya bandara saja, hal senada juga dilakukan untuk jalur laut. Namun, langkah antisipasinya akan dikordinir oleh tim KKP. Apalagi, pintu masuk penumpang dari jalur laut (asal Singapura) ada di Batam.

"Yang perlu diingat, virus ini tidak menyebabkan kematian, meski untuk obatnya hingga saat ini belum ditemukan. Virus zika memang dapat menyerang siapa saja, tetapi yang paling dikhawatirkan pada ibu hamil karena mengakibatkan microchepalus (pengecilan kepala)," pungkasnya.

Ads
Editor : Arif
Kategori : Medan, Gonews Group, Umum
www www