Bocah Cacat Diusir Neneknya di Parepare, TP Center: Kita Sudah Bukakan Rekening, Warga Bisa Salurkan Bantuan Langsung

Bocah Cacat Diusir Neneknya di Parepare, TP Center: Kita Sudah Bukakan Rekening, Warga Bisa Salurkan Bantuan Langsung
Ketua TP Center Erna Rasyid Taufan, saat mengunjungi Firman. (GoNews)
Senin, 29 Agustus 2016 16:03 WIB
Penulis: Arsyad
PAREPARE - Miris disaat masih usia sekolah, Firman (11) kini harus merasakan penderitaan. Dimana bocah yang tak bisa berjalan ini diusir neneknya dari rumah.

Firman sendiri tak sudah tak memiliki kedua orang tua, dia selama ini hanya tinggal dengan sang nenek. Beruntung Firman ditemukan warga dan ditolong pihak Kepolisian yang menempatkannya disalah satu Panti Asuhan.

Mendegar adanya informasi tersebut, Ketua Yayasan TP Centre, Hj Erna Rasyid Taufan, bersama rombongan menyempatkan diri mengunjungi Panti Asuhan Abadi Asiyiyah, Senin (29/8/2016).

Kedatangan Erna ke panti asuhan tersebut, guna membantu meringankan beban hidup si Firman.

Ads
Erna Taufan yang juga merupakan istri Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, langsung membantu uang tunai dari yayasan TP Centre serta membukakan rekening atas nama Firman.

"Kami selaku pengurus Yayasan TP Centre sangat peduli terhadap nasib anak bangsa yang terlantar. Apalagi anak ini sudah tak memiliki kedua orangtuanya, dengan kejadian ini kami merasa betapa pentingnya pehaman agama bagi orangtua supaya kejadian serupa tidak terulang," ujar Erna.

Erna mengaku sedih melihat Firman yang tidak bisa berdiri karena cacat sejak masih kecil, dimana kedua kakiknya tidak bisa menginjak tanah.

"Kami bukakan rekening atas nama Firman, sehingga bagi orang yang peduli terhadap firman maka bisa langsung mentransfernya,"katanya.

Sementara itu, Kanit PPA Polres Parepare, Dewi mengatakan, penemuan bocah usia 11 tahun tersebut, sekitar pukul 24.00 WIT, Minggu (28/08/2016), dengan kondisi menggunakan tongkat dan menyandang kantong plastik yang berisi pakaian.

"Warga ini melihat Firman tak mampu jalan kaki, karena lumpuh, hanya tongkatnya yang membuat jalan, karena merasa iba warga menyerahkannya ke kantor Polisi dengan harapan bisa mencari keluarganya," ujar Dewi.

Dari pengakuan bocah tersebut, dirinya diusir sang nenek dengan alasan sudah tidak memiliki biaya untuk perawatan dan makan si Firman.

Firman tidak punya kedua oarngtua, hanya tinggal bersama neneknya yang diketahui bernama Marajang. Berdasarkan pengakuan Firman, ibunya sudah meninggal dan ayahnya sudah kawin lagi dan pergi tanpa jejak.

"Saya membawanya, ke Panti Asuhan Aisyiyah dan tinggal disini, dia saat ini juga tidak mau pulang karena sering dimarahi sama neneknya,"tutur Dewi.

"Saya sudah diusir bu, saya tidak mau tinggal sama nenekku karena seringka juga dipukul, saya tidak sekolah lagi,"kata Dewi menirukan ucapan Firman.

Mendegar cerita tersebut, Erna Rasyid Taufan meminta pihak Panti Asuhan untuk merawat Firman. Dirinya juga berjanji akan membawa ke Makassar untuk berobat.

"Saya lihat anak ini kena penyakit polio, tapi harus dirawat dulu untuk sembuhkan kakinya,"terangnya.

Selepas itu, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial dari Dinsos Parepare, Irma juga hadir. Menurutnya selama ini Fiman memang tengah dicari-cari karena sudah dibantu oleh pemerintah pusat melalui program jaminan sosial untuk penyandang disabilitas.

"Setelah diberitahu ibu Wali saya datang, karena anak ini sebenarnya sudah mendapat bantuan Rp300 ribu per bulan sejak tahun 2007. Sekarang ada uangnya di kantor pos senilai Rp1.200.000 dan belum dicairkan, nanti akan segera kita cairkan," jelasnya. (***)
Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : Pemerintahan, Peristiwa, Gonews Group
www www