Home >  Berita >  Hukrim

Pasca Tewasnya Honorer Dispenda Usai Bunuh Polisi, Warga Meranti Minta Kapolres Dicopot

Pasca Tewasnya Honorer Dispenda Usai Bunuh Polisi, Warga Meranti Minta Kapolres Dicopot
Pertemuan ratusan warga pasca tewasnya AAP setelah ditembak polisi dengan dua tembakan di kaki (Foto: Safrizal)
Kamis, 25 Agustus 2016 11:22 WIB
Penulis: Safrizal
SELATPANJANG - Mediasi terus berlangsung di Aula RSUD Kepulauan Meranti, Riau, pasca meninggalnya honorer Dispenda Meranti berinisial AAP setelah mendapat dua tembakan dari polisi. Dia ditembak lantaran menusuk polisi saat berkelahi, hingga meregang nyawa.

Setelah itu, ribuan warga mendatangi RSUD Kepulauan Meranti. Mereka ingin bertemu dan meminta pertanggungjawaban dari polisi atas kematian honorer pasca di tembak.

Terlihat di dalam Aula, Kapolres AKBP Asep Iskandar SIk MM, Wakapolres Rudi R Samosir, dan beberapa orang tua di Kepulauan Meranti seperti Ketua LAM Kepulauan Meranti, tokoh masyarakat Tarmizi, Mulyono, Ketua PP Meranti Asnan Mahadar dan anggota Darto, pihak legislatif Hafizan Abbas dan Muzakir, Asisten II Anwar Zainal, dan Sekda Iqaruddin.

Tarmizi, mewakili masyarakat meminta pelaku penembakan honorer hingga meregang nyawa diproses hukum. Sementara mereka juga minta rekomendasi dari LAM R Kepulauan Meranti agar Kapolres Asep Iskandar SIk dicopot karena dianggap gagal membina anggota sehingga terkesan arogan terhadap masyarakat.

Ads
Saat ini sedang berlangsung pertamuan itu. Di luar ruangan, ribuan warga Meranti memadati halaman Aula RSUD Jalan Dorak Selatpanjang. Terlihat polisi berjaga-jaga.  ***
Kategori : Hukrim, Gonews Group
www www