Ngotot Dukung Ahok, Ruhut Sitompul: Saya Ingin Jakarta Bangkit Seperti Eranya Pak Ali Sadikin

Ngotot Dukung Ahok, Ruhut Sitompul: Saya Ingin Jakarta Bangkit Seperti Eranya Pak Ali Sadikin
Ruhut Sitompul menunjukkan catatan yang diberikan oleh SBY saat konferensi pers di Gedung DPR RI. (istimewa)
Kamis, 25 Agustus 2016 09:09 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ruhut Sitompul atau yang sering disapa dengan bang poltak, dipecat dari Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat, karena diduga ngotot dukung Ahok.

Dirinya pun mengakui, alasannya mendukung Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena ingin masa kejayaan mantan Gubernur Ali Sadikin diulang lagi oleh Ahok. Ruhut menilai sikap Ahok tegas dan disiplin seperti Ali Sadikin.

Di Gedung DPR RI, Senayan, Anggota Komisi III ini menceritakan masa dimana kepemimpinan Ali Sadikin meredup. Menurutnya, saat itu Ali Sadikin tidak didukung penuh oleh Presiden Soeharto. Berbeda dengan Ahok yang mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kita ingin era Pak Ali Sadikin bangkit kembali, kita tahu Ali Sadikin itu sangat bagus. Cuma sayang dia tidak cocok dengan Kepala Negara pada waktu itu Pak Harto," ungkap Ruhut.

Ads
Ruhut yang dikenal konsisten dan kontroversi ini pun mengaku kagum dan pantang mundur untuk dukung Ahok.

"Kenapa aku bilang Pak Ahok ini bisa lebih paripurna, karena dia disiplin, ketegasan, kebersihan sama. Kebetulan dia (Ahok) juga bisa bekerjasama dengan Presiden. Karena sebelumnya waktu Pak Jokowi jadi gubernur, jadi aku tetap dukung beliau," tukasnya.

Ruhut pun mengaku tak ambil pusing dan tak gusar, bila kemudian SBY melengserkannya dari jabatan Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat karena mendukung Ahok.

"Karena aku ini bukan tipe orang abu-abu, kalau hitam ya hitam, kalau putih ya putih. Tetap dukung Ahok. Aku orang yang punya prinsip aku idealis. Tak pernah gentar dengan semua keputusan yang aku ambil," bebernya.

Namun demikian, Politisi asal Sumatera Utara ini, mengaku siap mengaku siap dengan konsekuensi yang harus dia terima. "Intinya keputusan partai aku hargai, tapi perlu diingat, aku sudah katakatan, Demokrat adalah Partaiku yang terakhir, tapi dukungan saya ke Ahok tak bisa dilarang," pungkasnya. (***)
Kategori : Gonews Group, Umum, Politik
www www