Home >  Berita >  Peristiwa

Pagi Ini Jokowi Jelaskan Penghematan Rp133,8 T ke Seluruh Menteri dan Gubernur se-Indonesia

Pagi Ini Jokowi Jelaskan Penghematan Rp133,8 T ke Seluruh Menteri dan Gubernur se-Indonesia
Presiden Joko Widodo.
Kamis, 04 Agustus 2016 11:07 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pagi tadi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan para menteri kabinet kerjanya dan para gubernur se Indonesia.

Adapun tujuan atau agendanya menurut juru bicara Kepresidenan Tetetn Masduki, adalah rapat koordinasi dengan memperkuat sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah guna mempercepat pembangunan infrastruktur dan pembenahan tata niaga pangan.

"Rapat dengan Menteri Kabinet dan semua gubernur. Karena dalam APBN-P 2016, Presiden Jokowi harus memotong anggaran pemerintah sebanyak Rp133,8 triliun, yang terdiri dari anggaran belanja Kementerian/Lembaga (K/L) Rp 65 triliun dan anggaran dana transfer ke daerah sebesar Rp68,8 triliun," ungkapnya kepada wartawan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, tujuan diadakan pertemuan tersebut, tidak lain untuk menyelamatkan anggaran pemerintah dari defisit yang makin lebar, Jokowi juga harus merubah target defisit pemerintah dari 2,35% menjadi 2,5% di APBN 2016.

Ads
Meski defisit anggaran mengalami perubahan, asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sebesar 5,2 persen, inflasi empat persen, SBN 5,5 persen, harga minyak USD40 per barel , dan lifting minyak 820 ribu barel atau tetap sama dengan yang diasumsikan di APBNP, dan lifting gas 1.150 barel setara minyak per hari.

"Kalau pun ada potongan itu bukan program prioritas bukan program yang penting seperti persoalan bantuan sosial, pemerataan pembangunan, infrasttuktur tidak akan diganggu jadi tidak akan dipotong," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Kamis (4/8/2016).

Untuk alokasi akan dipotong, kata Darmin, adalah program-program pemerintah yang tidak prioritas seperti perjalanan dinas dan pembangunan gedung baru, fasilitas baru, mobil baru atau semacamnya. "Perjalanan dinas dan pengeluaran yang tidak terlalu penting, itu dikurangi,

" katanya.Meski ada pemotongan, Darmin tetap percaya diri bahwa pertumbuhan ekonomi masih bisa diatas 5%. "Artinya begini yang akan dikurangi pengeluaran kita, tetap pertumbuhan ekonomi 5,1% atau 5,2%," tandasnya. (***)
Kategori : Peristiwa, Pemerintahan
www www