Ocehan Mendiang Freddy Budiman Soal Serius dan PR Besar bagi Joko Widodo

Ocehan Mendiang Freddy Budiman Soal Serius dan PR Besar bagi Joko Widodo
Terpidana mati, Freddy Budiman. (net)
Sabtu, 30 Juli 2016 13:54 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Curhatan atau celotehan Freddy Budiman yang dituturkan ulang oleh Koordinator Kontras Haris Azhar merupakan persoalan serius dan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dalam hal ini keseriusan Presiden Joko Widodo dalam memberantas segala macam yang bersangkutan dengan narkoba. Persoalan bandar dan terlibatnya beberapa oknum pejabat harus mendapatkan perhatian besar dari presiden.

Rozak Asyahri dari Pusat Advokasi Hukum dan HAM (Paham) Indonesia inilah yang mengingatkan akan hal itu. "Komitmen anti narkoba tidak hanya bisa dibuktikan dengan melakukan eksekusi mati terhadap para bandar narkoba, ini yang harus benar-benar diperhatikan oleh pemerintah" katanya, Sabtu, (30/07/2016)

Dirinya juga mengingatkan, agar publik juga tidak membuly Harris Azhar. "Setidaknya diselidiki dulu, apakah ini memang benar atau salah, jangan dibully lah, kan bisa ditelusuri, kalau benar gimana," tanya Rozaq.

Rozaq menegaskan, jika ocehan Freedy Budiman itu benar, oknum penegak hukum, TNI, bea cukai hingga sipir yang turut serta membatu peredaran narkoba juga harus ditindak.

Ads
"Ini kan seperti pagar makan tanaman, oleh karenanya Presiden perlu turun tangan untuk menunjukkan komitmennya dalam memberantas narkoba," kata kandidat doktor dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia tersebut.

Menurutnya, uang yang diberikan Freddy kepada aparat itu adalah suap, dan dampaknya negara Indonesia dibanjiri oleh narkoba.

"Seharusnya KPK juga serius menanggapi informasi ini. Karena kerugian bukan hanya materiil, ini berkaitan nyawa puluhan orang yang mati setiap harinya. Lebih penting dari itu ini menyangkut masa depan bangsa," demikian Rozaq.

Dirinya juga mengapresiasi Kepolisian dan pihak BNN yang tidak serta merta membully Azhar, bahkan memberikan tanggapan yang mendinginkan susasana. "Ya tapi apapun itu, jika benar pihak Kepolisian dan BNN harus benar-benar tegas. Jangan lagi ada toleransi," pungkasnya. (***)
www www