Agun Gunanjar: Rapimnas Golkar 28 Juli 2016 Dipastikan Bahas Rencana Mengusung Jokowi di Pilpres 2019

Agun Gunanjar: Rapimnas Golkar 28 Juli 2016 Dipastikan Bahas Rencana Mengusung Jokowi di Pilpres 2019
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar, Agun Gunanjar. (Mulikhin/GoNews)
Rabu, 20 Juli 2016 16:13 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Agenda Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar pada tanggal 28 Juli 2016, salah satunya adalah membahas soal dukungan terhadap Joko Widodo menjadi Presiden pada Pilpres 2019 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Pansus Wawasan Nusantara dan Pengurus DPP Partai Golkar, Agun Gunanjar di Gedung Nusantara III DPR RI Senayan, Rabu (20/07/2016) siang.

"Banyak yang akan kita bahas dalam Rapimnas nanti, salahsatunya ya dukungan kita ke pak Jokowi," ungkap Agun kepada GoNews.co.

Menurut Agun Gunanjar, dalam rapat SC dirinya juga telah menyampaikan agenda rapimnas tersebut. "Ya pada intinya kita akan membahas banyak hal, subtansi apa yang bakal kita gagas dalam rapimnas, karena pada tanggal 28 besok adalah momentum yang tepat bagi golkar, setelah munaslub dalam menentukan langkah-langkah organisasi untuk mengambil keputusan strategis, dalam kontek menghadapi pemilu 2019," ujarnya.

Ads
Dalam pemilu mendatang, Golkar menurutnya, harus segera berbenah termasuk soal tata kelola manajemen organisasi termasuk menyelesaikan musda ditingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.

"Untuk menghadapi Pemilu, kita butuh organisasi yang kuat, makanya akan kita selesaikan semuanya di tahun 2016, misalnya soal tata organisasi, tata kelola manajemen partai. Apalagi Golkar adalah partai yang besar dan meski konsen saat memasuki tahun 2017, dimana kita harus mulai start soal program, bukan lagi soal administrasi. Nantinya akan ada korelasi soal Pemilu dan Pilpres serta Pileg," bebernya.

"Kita juga melihat secara obyektif, waktu 3 tahun ini tidaklah cukup untuk mempersiapkan kader sebagai calon Presiden. Berbeda dengan posisi Pak Jokowi yang memang namanya sudah populer. Sebenatnya kader Golkar saat ini juga banyak yang mampu, tapi sepertinya 3 tahun tidak cukup, jadi kita akan putuskan soal pengusungan beliau," pungkasnya. (***)
www www