Bicara Pokemon Go, Ini Dampak Positif dan Negatifnya Bagi Anak-anak Menurut Kak Seto dan Kang Emil

Bicara Pokemon Go, Ini Dampak Positif dan Negatifnya Bagi Anak-anak Menurut Kak Seto dan Kang Emil
Ilustrasi Pokemon Go. (net)
Minggu, 17 Juli 2016 13:41 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Setelah kemunculan game baru Pokemon Go masyarakat Indonesia, terutama anak-anak dan remaja kini juga turut menggandrunginya. Pro dan kontra pun bermunculan terkait dampak permainan tersebut, terutama bagi anak-anak usia sekolah.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, (LPA) Seto Mulyadi saat dimintai pendapatnya mengatakan, bahwa permainan Pokemon Go sama halnya dengan permainan lain yang juga memiliki sisi positif dan negatif. Tinggal bagaimana masyarakat menilai itu.

"Mungkin permainan itu (Pokemon go) positifnya ?membuat anak kreatif, asik, terhibur, tertantang, sehingga berbagai kemampuan kecerdasan bisa dilatih," ungkap Kak Seto, Minggu (17/07/2016) saat dikonfirmasi melalui Whatsapp.

Pokemon Go kata Kak Seto, mampu meningkatkan rangsangan terhadap gerak motorik dan sosialisasi anak. Di mana  anak-anak dapat bermain di alam bebas, dan berkumpul bersama teman-temannya. Tapi ada yang lebih penting dari itu semua, yakni harus ada peran orangtua.

Ads
"?Sama saja seperti mainan lain, kalau sudah berlebihan dan ?tidak kenal waktu, tidak seimbang dengan aktifitas lain, lupa belajar, ibadah, kegiatan keluarga di rumah, itu bahaya. Jadi mohon ada pengawalan dan kontrol dari orangtua dan masyarakat," bebernya.

Seto menambahkan orangtua juga tidak bisa melarang untuk anaknya menikmati apa yang anak itu suka, termasuk game tersebut. Bagi Seto orangtua harus bekerjasama dengan masyarakat di lingkungannya agar dapat mengawasi anak-anaknya. Selain itu, orangtua harus memastikan tempat bermain ini aman bagi mereka.

"Perlu orangtua ikut serta, Ketika sudah keluar rumah ?mencari (pokemon), mohon agar tempat-tempat ini dipastikan aman. Misalnya di dalam komplek, bekerjasama dengan masyarakat, pengurus RT, RW untuk memastikan bahwa komplek ini aman,"ujar Seto.

Kak Seto juga menekankan agar anak-anak tidak sepenuhnya dikuasi oleh game Pokemon Go, karena game ini hanya sebuag alat. Jangan sampai kita diperalat oleh permainan tersebut.

"Kita yang menguasai permainan ini, sehingga kalau betul-betul dikendalikan dengan tepat justru akan berdampak positif bagi anak. Tapi kalau lepas dari pengawasan orangtua, pendidik, itu bisa berbahaya bagi anak," ujar dia.

Sementara itu demam permainan Pokemon Go menurut Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, dirinya ingin sisi positif dari permainan game tersebut, khususnya bagi warganya. Setiap inovasi teknologi kata dia, memiliki nilai plus dan minus sehingga disikapi dengan bijaksana. Permainan Pokemon Go, misalnya, bisa berdampak positif bagi masyarakat.

"Plusnya membuat orang mau keluar rumah, apalagi Bandung mah enak bisa jalan kaki. Kita pikirin juga, barangkali nanti bisa jadi sesuatu yang positif," ucap Ridwan.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa berburu Pokemon tidak boleh melanggar ruang pribadi. Hal itu menjadi salah satu hal yang harus dicermati dan disikapi secara dewasa.

Pokemon Go adalah permainan yang mengombinasikan antara animasi klasik dengan augmented reality (AR) di mana pemain memungkinkan berjalan di kehidupan nyata untuk mencari aneka karakter Pokemon lewat layar telepon pintar.

"Negatifnya, kalau di luar negeri mah, masuk ke halaman rumah orang," ucap Emil, sapaan Ridwan.

Hingga kini Emil belum pernah mencoba permainan buatan Niantic dan Pokemon Company tersebut. Ia berpendapat bahwa permainan tersebut tidak perlu dipermasalahkan selama para pemain bermain di ruang publik dan tidak melanggar privasi.

"Kriterianya jangan masuk ruang pribadi dan mengganggu aktivitas publik lain. Kalau terlanggar, enggak boleh. Menarik ya, saya lagi belajar teknologinya. Insya Allah saya cobain," pungkasnya. (***)
www www