Home >  Berita >  Umum

Sistem PPDB di Medan Rawan Kecurangan, DPRD Medan Buka Pengaduan

Sistem PPDB di Medan Rawan Kecurangan, DPRD Medan Buka Pengaduan
Ilustrasi (Antara)
Selasa, 12 Juli 2016 21:41 WIB
Penulis: Adi Wasgo

MEDAN – Guna meminimalisir kecurangan pada sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMP dan SMA 2016 di kota Medan, karena sistem penerimaan jalur nilai UN sebanyak 70 % dan 30 % jalur bina lingkungan diberlakukan test ujian dan pengumuman secara bersamaan. Anggota komisi B DPRD Medan Hendrik Halomoan Sitompul mengaku pihaknya siap mmenampung pengaduan orang tua.

“Bila terjadi kecurangan penerimaan PPDB, kita minta kepada calon siswa dan orang tua murid supaya melapor ke DPRD Medan. Kami siap melayani pelapor dan menjamin kenyamanannya,” ujar politisi Demokrat  yang membidangi komisi pendidikan ini.

Piahknya akan merahasiakan identitas pelapor. Karena  selama ini banyak masyarakat yang mengetahui adanya kecurangan terkait PPDB, namun didiamkan karena tidak mau mengambil resiko. Terlebih untuk orang tua murid, siswa, atau guru enggan melaporkan oknum tersebut, karena menghindari dampak buruk. Seperti ancaman dalam nilai di sekolah, dikeluarkan dari sekolah, atau karier yang tidak berjalan mulus

“Kita siap menampung berbagai laporan masyarakat terkait praktek kecurangan PPDB.  Dan akan mendapat perlindungan dari penegak hukum apabila laporannya bisa menyangkut pidana,” harap Hendrik.

Lebih lanjut Hendrik mengatakan, dugaan kecurangan penerimaan PPDB selama ini perlu dibersihkan dan diusut tuntas. Tujuannya untuk bahan perbaikan sistem PPDB yang lebih baik ke depan. “Kita harapkan semua pihak sepakat dan peduli tentang peningkatan mutu pendidikan di kota Medan,” ujar Hendrik.

Selain itu, ia juga mengungkapkan ada dugaan penyimpangan dana BOS serta kecurangan terhadap proses pengangkatan guru dan jenjang kepangkatan (akreditasi) yang tidak adil, dan masalah pungli dan penyimpangan uang komite sekolah hingga dana sertifikasi sering dipersoalkan. Sama halnya terkait pemerataan guru bidang studi disetiap sekolah tidak diberlakukan dengan baik.

“Masyarakat bisa melaporkan segala bentuk kecurangan melalui telepon atau aplikasi pesan WhatsApp dan SMS di nomor 081370033909, dan melalui email hensit@yahoo.com,” tutupnya.
Ads
Editor : Arif
Kategori : Umum, Gonews Group, Medan
www www