Home >  Berita >  Umum

Sweeping Tempat Hiburan, Giliran Xing-Xing dan Star G Karaoke Ditutup

Sweeping Tempat Hiburan, Giliran Xing-Xing dan Star G Karaoke Ditutup
Tim Terpadu Penertiban Tempat Usaha Hiburan dan Rekreasi Pemko Medan saat melakukan sweeping.
Jum'at, 24 Juni 2016 09:42 WIB
Penulis: Adi Wasgo
MEDAN - Pengusaha Xing-Xing Foodcourd & Karaoke Jalan Baru, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor dan Star G Karaoke Jalan Kaptem Muslim Medan tidak mengindahkan Surat Edaran Wali Kota Medan terkait penutupan sementara selama bulan puasa Ramadhan.
Terbukti, Kamis (23/3) dini hari, kedua tempat usaha hiburan itu tetap beroperasi. Sikap tegas pun langsung diambil. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  (Disbudpar) Kota Medan seketika menutupnya.
 
Penutupan itu dilakukan saat Tim Terpadu Penertiban Tempat Usaha Hiburan dan Rekreasi Pemko Medan yang dipimpin Kadisbudpar Kota Medan Drs Hasan Basri MM melakukan sweeping.
 
Selain kedua tempat usaha hiburan tersebut, tim  terpadu juga mendapati pasangan bukan suami istri dari salah satu kamar saat mengecek panti pijat yang ada di Istana Hotel Jalan Juanda Medan. Si wanita yang masih berusia muda mengenakan bra dan cd dibalut sehelai handuk, sedangkan pria masih berpakaian lengkap.
 
Penertiban ini dilakukan setelah tim terpadu yang terdiri dari unsur Denpom I/5, Polresta Medan, Kodim 0201/BS, Satpol PP dan instansi terkait  menggelar apel di halaman Kantor Disbupdar Kota Medan Jalan HM Yamin sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah Kadisbupar memberikan arahan singkat, tim selanjutnya dibagi menjadi dua bagian untuk mengecek seluruh tempat usaha hiburan yang ada di Kota Medan.
 
Kawasan Jalan Iskandar Muda, Patimura, Brigjen Katamso dan Multatuli pun ditelusuri, hasilnya nihil. Semua tempat usaha hiburan yang ada di kawasan itu tutup. Kemudian tim bergerak menuju Jalan Juanda, pada saat melintasi depan Istana Hotel, Hasan sedikit curiga.
 
Dia selanjutnya memerintahkan tim terpadu untuk mengecek panti pijat yang ada dalam hotel. Kecurigaan ini dipicu karena depan hotel dipasang spanduk yang menyatakan panti pijat tutup selama bulan puasa Ramadhan.
 
Baik kasir maupun petugas resepsionis mengatakan panti pijat tidak beroperasi. Hasan tidak langsung percaya, dia membawa beberapa anggotanya untuk mengecek kamar-kamar yang dijadikan tempat pijat dilantai dua ditemani salah seorang pria yang mengaku petugas resepsionis.
 
Aroma minyak urut langsung menyengat hidung saat berada di lantai dua. Dari sejumlah kamar yang ada, seluruhnya terbuka dan terbukti tidak ada aktifitas kusuk ditemukan.
Namun Hasan mencurigai kamar nomor 204, sebab terkunci dari dalam.
 
Ketika Hasan mempertanyakan kamar tersebut, pria yang mendampingi mengatakan tak ada orang karena lagi direnovasi. Tidak percaya, Hasan pun mendekati, samar-samar terdengar suara televisi dari dalam kamar. Begitu pintu kamar hendak dibuka, tidak bisa lantaran terkuncui dari dalam. Setelah digedor berulangkali, barulah pintu kamar terbuka.
 
Seorang pria paruh baya yang ada dalam kamar terkejut melihat depan kamar telah berdiri tim terpadu. Wajah pria yang mengenakan kaos oblong biru dan celana panjang biru itu langsung pucat pasi. Ia pun pasrah ketika tim masuk dalam kamar dan mendapati seorang wanita berusia muda hanya mengenakan pakaian dalam dibalut handuk di atas tempat tidur. Wanita itu langsung menutupi wajahnya dengan handuk untuk menghindari jepretan kamera.
 
Hasan selanjutnya mempersilakan sang wanita mengenakan pakaian dan kemudian memerintahkan tim gabungan untuk membawa pasangan tersebut. Setelah dilakukan pendataan dan diberikan arahan untuk tidak mengulangi kembali perbuatan tersebut, pasangan itu selanjutnya dilepaskan kembali. “Bukan domain tim terpadu untuk melakukan penahanan terhadap pasangan ini,” jelas Hasan.
Ads
Editor : Hasbi Kausar
Kategori : Umum, Hukrim, Pemerintahan, Gonews Group, Medan, Sumatera Utara
www www