Home >  Berita >  Peristiwa

Hujan Deras Landa Kota Padang dan Padang Pariaman, Empat Penerbangan ke BIM Dialihkan ke Pekanbaru dan Medan

Hujan Deras Landa Kota Padang dan Padang Pariaman, Empat Penerbangan ke BIM Dialihkan ke Pekanbaru dan Medan
Pesawat Citylink saat parkir di BIM. (net)
Kamis, 16 Juni 2016 21:24 WIB
Penulis: Calva

PADANG - Hujan deras yang mengguyur Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman sejak pukul 16.00 Kamis (16/6/2016), membuat empat penerbangan yang akan mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang terpaksa dialihkan ke Pakanbaru dan Medan. 

Otoritas penerbangan di BIM, PT Angkasa Pura II menyebutkan, terbatasnya jarak pandang dan kondisi landasan yang tergenang air, membuat empat penerbangan dialihkan.

"Ada empat penerbangan yang dialihkan sejak pukul 17.00 WIB di BIM, yakni dua ke Medan dan dua lagi Pekanbaru," kata Manajer Operasional PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Alzok Pendra dikutip dari klikpositif.com.

Menurut dia, hujan deras yang mengguyur kota Padang menyebabkan jarak pandang terbatas sehingga dikhawatirkan akan membahayakan pendaratan pesawat.

Ads
Empat pesawat tersebut akan diberangkatkan lagi jika cuaca sudah membaik, untuk saat ini pilihan paling aman mendarat sementara di Medan dan Pekanbaru.

Empat penerbangan itu yakni Batik Air 7109, Sriwijaya Air 022, Lion Air 354 dan Citylink 974. Keempat pesawat itu kata Budi merupakan penerbangan terakhir yang akan mendarat ke Bandara Internasional Minangkabau.

Akan tetapi lanjutnya untuk lepas landas tidak ada masalah dan dapat dilakukan yang saat ini dilarang adalah pendaratan.

Seorang penumpang pesawat dari Jakarta menuju Padang, menyebutkan, pesawat yang ia tumpangi terpaksa mendarat di Bandara Sultan Syarif Qasim II Pekanbaru akibat hujan dan terbatasnya jarak pandang pilot untuk mendarat di BIM.

Memang sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Ketaping (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca terjadinya hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Padang, Padangpariaman, Pariaman, Agam, Pasaman Barat, Pesisir Selatan.

"Kondisi itu akan terus berlangsung hingga pukul 21.30 WIB dan meluas ke wilayah Pasaman, Solok dan sekitarnya," kata Prakirawan BMKG Ketaping Budi Samiadji. (***)

Kategori : Peristiwa, Gonews Group
www www