Home >  Berita >  Peristiwa

Bamsoet Benarkan, Presiden Jokowi Mengusulkan Tito Karnavian Jadi Kapolri

Bamsoet Benarkan, Presiden Jokowi Mengusulkan Tito Karnavian Jadi Kapolri
Calon Kapolri yang baru, Komjen Tito Karnivan. (istimewa)
Rabu, 15 Juni 2016 14:33 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA- Teka-teki siapa nama calon Kapolri baru pengganti Jenderal Badrodin Haiti, akhirnya sudah menemukan jawaban. Dimana nama Kepala BNPT Komjen Tito Karnavian masuk sebagai calon Kapolri yang diusulkan Presiden Joko Widodo.

"Iya kita sudah terima surat resmi dari Presiden Joko Widodo terkait nama calon penggangti Jenderal Badrodin Haiti. Suratnya saat ini masih di pimpinan DPR," ungkap Bamsoet, Rabu (15/06/2016) di Komplek DPR RI Senayan Jakarta.

Menurut Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo, rencananya besok Kamis, (16/06/2016) surat tersebut akan dibawa ke Bamus dan segera di bacakan di Paripurna.

"Setelah itu baru akan kita bahas dalam rapat pleno komisi III untuk menentukan jadwal fit n proper test. Kita harapkan sebelum memasuki libur hari Raya Idul Fitri sudah bisa kita selesaikan dan bisa ditetapkan dalam pengambilan keputusan di Sidang Paripurna tanggal 28 Juni 2016," tukasnya.

Ads
Saat dimintai tanggapan soal nama Tito yang dipilih Presiden menggantikan Badrodin Haiti, dirinya mengatakan, meski dari sisi senioritas melompati beberapa angkatan, namun Tito dianggap sudah memenuhi standar.

" Dari sisi kepangkatan sudah memenuhi kriteria yang ditentukan, yakni bintang tiga. Namun dari sisi senioritas dia melompati beberapa angkatan. Dari sisi kemampuan, kecerdasan, intelektualitas dan profesionalitas tidak ada yang meragukan," jelasnya.

"Kami berharap, jika nanti lolos fit and proper tes di DPR RI, Tito bisa menjadi perekat semua faksi yang ada di Polri. Sehingga kedepan Polri tambah solid dalam menghadapi tantangan perkembangan masyarakat yg semakin kompleks," timpalnya.

Disinggung soal lompatan senioritas beberapa angkatan, Bamsoet menilai tidak akan menimbulkan konflik internah di Kepolisian. "Saya pikir tidaklah," ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan, khususnya fraksi Golkar di DPR, sepakat dan tidak masalah dengan nama tersebut. "Karena partai Golkar sudah menjadi partai pendukung pemerintah maka, Golkar akan mendukung apapun keputusan Presiden. Termasuk soal calon kapolri," pungkasnya. ***
www www