Home >  Berita >  Umum

Pemkab Serdang Bedagai Budayakan Literasi Gemar Membaca

Pemkab Serdang Bedagai Budayakan Literasi Gemar Membaca
Bupati Sergai Ir. H. Soekirman (tengah) narasumber dalam talkshow bertajuk “Membudayakan Literasi di Sekolah”.
Selasa, 14 Juni 2016 21:08 WIB
Penulis: Rasum
MEDAN – Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) terus berupaya mendorong budaya literasi gemar membaca. Ini dibuktikan dengan Deklarasi Gerakan Budaya Membaca serta Pemecahan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori menulis resensi buku bacaan secara massal pada November 2015 lalu.

“Pemerintah daerah mempunyai kewajiban untuk menyediakan pelayanan terbaik bagi masyarakat dimana salah satunya adalah dengan memberikan layanan pendidikan berkualitas, dengan mendorong warga sekolah khususnya dan masyarakat Sergai umumnya untuk gemar membaca,” kata H. Soekirman, Bupati Sergai dalam kegiatan talkshow salah satu televisi swasta bertajuk “Membudayakan Literasi di Sekolah” di Cafe Ulos Hotel Santika Dyandra Medan, Selasa (14/6/2016).

Dalam hal membudayakan literasi gemar membaca, Kabupaten Sergai mendapat dukungan dari USAID Prioritas dengan menerima hibah Buku Bacaan Berjenjang. Dan di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat ini sendiri telah mempunyai 10 Taman bacaan di 9 kecamatan, perpustakaan desa dan kelurahan serta 9 warung pintar, kemudian mempunyai siswa SD sebagai juara bercerita tingkat nasional dari Pantai Cermin dan dai muda tingkat nasional Ustadz Sulaiman, ungkap Bupati.

Menurut Soekirman, salah satu kunci penting untuk memenangkan kompetensi masa depan adalah semua anak bangsa harus memiliki kemampuan SDM yang unggul, berkarakter (jati diri) sekaligus juga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ini sejalan dengan Nawacita, yakni meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program “Indonesia Pintar,” terangnya.

Ads
Empat hal, kata Soekirman, untuk mendorong dan menciptakan budaya literasi membaca, diantaranya kebijakan, dimana pemerintah daerah harus mempunyai kebijakan yang mengaturnya; Kedua, kelembagaan baik formal, nonformal dan badan perpustakaan daerah. Kemudian ketiga, kebersamaan, bersama-sama mensosialisasikan budaya literasi gemar membaca. Dan terakhir keempat, keikhlasan, dalam arti bahwa kegiatan budaya literasi gemar membaca, pungkasnya. ***
Editor : Zul Anwar Ali Marbun
Kategori : Umum, Pendidikan, Pemerintahan, Gonews Group, Serdang Bedagai, Sumatera Utara
www www