Home >  Berita >  Umum

Agen Gas Liar di Palas Selayaknya Ditangkap

Agen Gas Liar di Palas Selayaknya Ditangkap
Tabung gas elpiji. (net)
Sabtu, 11 Juni 2016 20:06 WIB
Penulis: Sufriady Halomoan
SIBUHUAN - Agen gas liar yang beraksi di wilayah Kabupaten Padang Lawas (Palas) sudah selayaknya ditangkap oleh aparat berwenang.

“Aksi (penyalur gas liar, red) mereka ini sudah kita ketahui,” kata Kabid Perdagangan Diskoperindag Palas Dingin Rambe melalui sambungan komunikasi dengan GoSumut, Sabtu (11/6/2016).

Dingin Rambe mengatakan, Diskoperindag sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menangkap dan memproses pelaku pengedaran gas liar di Kabupaten Palas.

“Kita telah koordinasi dengan kepolisian soal gas liar itu. Kita minta, polisi lah yang menangkap dan memproses. Sebab, sampai saat ini kita belum ada penyidik PNS,” ungkapnya.

Dingin menceritakan, selain harga gas liar tidak mengikuti ketetapan soal harga eceran tertinggi (HET), juga keberadaannya mengganggu pasar gas.

Diketahui, katanya, segel gas liar yang diduga berasal dari Riau ini sangat mirip dengan segel CV Kurnia Makmur yang merupakan penyalur gas resmi di Kabupaten Palas.

Ads
Penyebab masuknya penyalur gas liar ini, katanya, karena masih belum tercukupinya kuota kebutuhan. Akibatnya, harga pun kadang dibuat “menggila” yang ternyata merupakan ulah penyalur liar yang tidak punya izin edar di Palas.

Selain itu, lanjut Rambe, bila diperhatikan segel gas yang masuk itu, memang ada bermacam segel tutup gas yang masuk ke daerah ini. Ada yang berwarna hijau, ada pula yang kekuning-kuningan. Bahkan, sama-sama hijau pun, tetapi tetap berbeda merk.

“Kita kalang kabut dibuat pengedar gas liar ini. Suka-suka mereka menaikkan harga. Celakanya, kita pula yang kena tegur,” kata Imran, salah satu pekerja di CV Kurnia Makmur, agen resmi penyalur gas elpiji 3 kg ke daerah ini.

Dijelaskan Imran, dari amatannya, tidak hanya satu pemasok gas liar ke daerah itu. Bahkan, baru-baru ini ada juga yang masuk, diduga dari provinsi tetangga, Provinsi Riau.

Satu hal memang, dikatakannya, yang membuat pemasok liar itu mengincar pasar Palas. Sebab, untuk daerah-daerah tertentu, Tran Pir dan Tran Aliaga, membutuhkan banyak gas. “Harganya pun, mereka dari sana mau beli tinggi. Ya itu dia, agen liar itu memasang harga tinggi,” jelasnya.
Editor : Zul Anwar Ali Marbun
Kategori : Umum, Ekonomi, Pemerintahan, Gonews Group, Padang Lawas, Sumatera Utara
www www