Home >  Berita >  Umum

Preman Hantam Kepala Petugas Satpol PP dengan Batu Diamankan

Preman Hantam Kepala Petugas Satpol PP dengan Batu Diamankan
Preman yang menghantam kepala petugas Satpol PP Kota Medan, Kabul Fadila Nasution (35) dengan batu sampai bocor berhasil diamankan saat melintas di Jalan Thamrin simpang Jalan Veteran.
Jum'at, 10 Juni 2016 23:21 WIB
Penulis: Adi Wasgo
MEDAN - Setelah hampir sebulan menghilang, akhirnya preman yang menghantam kepala petugas Satpol PP Kota Medan, Kabul Fadila Nasution (35) dengan batu sampai bocor berhasil diamankan saat melintas di Jalan Thamrin simpang Jalan Veteran, Jumat (10/6/2016).

Selanjutnya, pelaku dibawa ke Polresta Medan untuk menjalani pemeriksaan sekaligus mempertanggungjawabkan perbuatan yang dilakukannya.

Penangkapan itu berawal saat tim gabungan yang dipimpin Kasatpol PP Kota Medan, M Sofian melakukan penertiban rutin pedagang kaki lima di kawasan Jalan Sutomo dan sekitarnya. Tepat sekitar pukul 07.00 WIB, ketika tim berada di Jalan Thamrin simpang Jalan Veteran, Sofian melihat pelaku tengah melintas mengendarai sepeda motor BK 4329 ADR.

Menurut Sofian, dirinya mengenali wajah pelaku karena salah seorang anggotanya sempat merekam wajah pria itu melalui kamera video sebelum melakukan penganiayaan terhadap Kabul di depan Bank Artha Graha Jalan Sutomo simpang Jalan Seram, Kamis (13/5/2016) kemarin. Tak mau orang yang menciderai anggotanya itu kembali menghilang, Sofian bersama anggotanya langsung mengejar dan mengamankan pelaku.

Preman yang diduga sebagai pembeking pedagang kaki lima itu pun tak berkutik. Kepada Sofian, pelaku yang mengaku bernama Arhan Damanik (22), warga Jalan Perjuangan simpang Jalan Gurilla mengakui dirinya sebagai pelaku yang menghantam kepala Kabul dengan batu sampai bocor beberapa waktu lalu.

Ads
Sofian selanjutnya menyerahkan pelaku yang sehari-hari mengaku sebagai tukang becak itu diserahkan kepada Wakapolsek Medan Timur yang juga berada di lokasi pada saat Arhan diamankan.

Selanjutnya oleh Wakapolsek, pelaku diarahkan untuk dibawa ke Mapolresta Medan dengan menggunakan mobil patrol Polsek Medan Timur. Di Mapolresta Medan, pelaku diserahkan ke Unit Reskrim untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut bersama sepeda motor Honda vario yang dikendarainya.

Menurut Sofian, setiap kali melakukan penertiban, sejumlah anggotanya dibekali kamera video memang telah dipersiapkan untuk merekam seluruh adegan penertiban yang dilakukan. Selain sebagai barang bukti penertiban yang dilakukan tim gabungan, perekaman juga dilakukan untuk mengabadikan kemungkinan terjadinya kericuhan yang dilakukan pihak-pihak yang tidak ingin menginginkan penertiban dilakukan.

Dijelaskan Sofian, tindakan brutal yang dilakukan pelaku telah dilaporkan Kabul ke Polresta, Kamis (13/5) dengan Surat tanda Terima Laporan Polisi (STTPL) No.STTPL/1223/K/V/2016/Resta Medan yang diterima Ipda S Pasaribu.

"Kita berharap pelaku diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Semoga dengan penanganan hukum yang dilakukan ini akan membuat efek jera, sehingga tidak terjadi lagi tindakan anarkis terhadap petugas kita pada saat melakukan penertiban,” kata Sofian.
Editor : Zul Anwar Ali Marbun
Kategori : Umum, Peristiwa, Hukrim, Pemerintahan, Gonews Group, Medan, Sumatera Utara
www www