Home >  Berita >  Umum

Indonesia Rumah Bagi 17 Persen Satwa di Dunia

Indonesia Rumah Bagi 17 Persen Satwa di Dunia
Jum'at, 10 Juni 2016 16:15 WIB
JAKARTA - Menjaga hewan-hewan langka seperti Anoa, Orangutan, Gajah dan hewan-hewan lainnya membutuhkan kerjasama semua pihak, termasuk perusahaan dan masyarakat.

Demikian disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan saat membuka Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PLHK) 2016, Kamis (9/6) lalu.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, mengatakan pentingnya peran pemerintah dan semua stakeholder untuk menjaga melestarikan lingkungan, dimana saat ini Indonesia merupakan "rumah" bagi 17 persen populasi satwa yang ada di dunia. Ia menerangkan hampir setiap minggu pihaknya mendapatkan laporan terjadinya kejahatan terhadap satwa dan tumbuhan di Indonesia.

"Setiap minggu kami mendapat laporan dari aktivis terkait kejahatan terhadap satwa dan tumbuhan ini. Terima kasih atas laporan dan catatan aktivis ini kami jadikan warning dalam menentukan langkah dan pengambilan kebijakan," ujarnya.

Ads
Terkait pernyataan dua petinggi negara tersebut, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang beroperasi di Pangkalan Kerinci ini telah berkomitmen untuk melakukan perlindungan terhadap satwa, yakni Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis). Untuk meminimalisasi konflik antara hewan mamalia ini dengan warga, RAPP melakukan mitigasi konflik dengan membentuk tim Elephant Flying Squad (EFS) yang berada di estate Ukui, Kabupaten Pelalawan.

Direktur RAPP, Rudi Fajar mengatakan hal ini sejalan dengan ditunjuknya Provinsi Riau sebagai Pusat Konservasi Gajah Sumatera, berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.54/Menhut-II/2006 tentang Penetapan Provinsi Riau sebagai Pusat Konservasi Gajah Sumatera peraturan perubahannya P. 73/Menhut-II/2006.

“Saat ini, PT RAPP telah memiliki 6 ekor gajah yang dilatih oleh sembilan orang Mahout (pawang dan penjaga-red) yang terdapat pada pusat pelatihan gajah di Estate Ukui, Pelalawan. Keenam ekor gajah itu terdiri atas empat ekor gajah dewasa, yakni Adei (32), Ika (30), Mery (32) dan Mira (31) yang didatangkan dari Sebanga, Duri dan dua ekor gajah muda, yakni Raja Arman (7) dan Carmen (7), yang lahir di Flying Squad Estate Ukui," terang Rudi. Dilanjutkan Rudi, tim Flying Squad RAPP bersama tim Flying Squad World Wildlife Fund (WWF) Riau, Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Balai Konservasi Sumber Daya ALam (BKSDA) dan Yayasan TNTN rutin melakukan patroli gabungan guna memitigasi konflik gajah dan manusia di Riau. Patroli tersebut terus dievaluasi sehingga tim mengetahui keberadaan gajah-gajah.

“Patroli juga dilakukan sebanyak 3 sampai 4 kali setahun dengan sepeda motor atau dengan gajah binaan. Selain sebagai gajah patroli, gajah di Flying Squat Estate Ukui juga kadang digunakan sebagai gajah penyambut tamu jika ada tamu yang datang. Kami berharap dengan patroli ini, dapat mengajak masyarakat untuk melindungi satwa liar sehingga perburuan ilegal terhadap gajah dapat diberantas secara bersama-sama,” ucap Rudi.

Rudi menambahkan, perusahaan pulp dan kertas ini juga menerapkan sistem mosaik yang mengkombinasikan antara hutan alam dan hutan tanaman industri yang berfungsi sebagai buffer zone yang disesuaikan dengan habitat gajah di areal hutan alam yang terintegrasi, sehingga gajah dapat berkembang biak berdampingan dengan perkebunan kelapa sawit yang menjadi tumpuan hidup masyarakat sekitar.

Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan ke 20 tahun 2016 ini digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang berlangsung hingga 12 Juni 2016. PLHK ini merupakan ajang menunjukan kinerja dan capaian yang diperoleh dari berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah, dunia usaha dan masyarakat di bidang pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan. Di samping itu, PLHK merupakan sarana sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan melalui serangkaian kegiatan pameran, lomba, seminar dan workshop, sehingga diharapkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan khususnya tentang pola konsumsi dan produksi berkelanjutan terus ditingkatkan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) juga turut ambil bagian dalam acara tahunan ini. Tak hanya Pemprov Riau, sejumlah perusahaan di Riau seperti RAPP ikut berpartisipasi dalam pameran lingkungan, dengan mendirikan stand yang menampilkan produk serta program pelestarian lingkungan. ***
Editor : Hermanto Ansam
Kategori : Umum
www www