Home >  Berita >  Umum

Gawat, Ketersediaan Obat di RSUD Sibuhuan Baru 30 Persen

Gawat, Ketersediaan Obat di RSUD Sibuhuan Baru 30 Persen
ilustrasi
Kamis, 09 Juni 2016 15:27 WIB
Penulis: Sufriady Halomoan

PADANG LAWAS - Ketersediaan kebutuhan obat di RSUD Sibuhuan Kabupaten Padang Lawas (Palas) baru terpenuhi sebanyak 30 persen pasca kekosongan obat-obatan yang telah berlangsung hingga sebulan lebih.

Kepala Tata Usaha (KTU) Rudi Ismail didampingi Kepala Gudang Farmasi Ressi Amni Humas RSUD Sibuhuan Rahmaisyah kepada wartawan, Kamis (9/6/2016), mengatakan  berbagai upaya telah mereka lakukan untuk menutupi ketersedian obat tersebut, termasuk dengan menulis pernyataan kekosongan obat kepada pihak penyedia. Namun hingga kini, obat yang masuk baru mencapai 30 persen dari jumlah kebutuhan. 

Menurut Rudi, keterlambatan sebulan lebih pengadaan obat akibat reguasi pemesanan obat melalui e-catalog yang diwajibkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPKRI), dimana dengan pemberlakukan sistem tersebut distributor tunggal tidak ada lagi.

“Jadi bisa saja satu perusahaan itu hanya menyuplai obat seharga Rp 615.000, per tahun ke RSUD ini, seperti PT Sapta Sari yang berlokasi di Medan. Dan itu sesuai dengan jenis dan jumlah obat yang kita butuhkan,” terang Rudi.

Kata Rudi, untuk saat ini, ada 40 lebih perusahaan sebagai penyuplai obat ke RSU  Sibuhuan. Dan masing-masing perusahaan penyuplai obat dengan merek tertentu dan  tidak ada yang dominan untuk menguasai beberapa jenis merek obat.

Ads
Katanya, sesuai dengan sistim e-katalog dalam memesan obat dengan mengklik merek obat seperti Captopril yakni obat untuk hypertensi, maka yang keluar adalah nama perusahaan pengadaan obat dan nama perusahaan suplayer. “Jadi dalam pemesana obat tidak ada pilihan lain,” ujar Rudi.

Editor : Zul Anwar Ali Marbun
Kategori : Umum, Pemerintahan, Interaksi, Gonews Group, Padang Lawas, Sumatera Utara
www www