Home >  Berita >  Olahraga

Dipimpin Anthony S, Federasi Triathlon Indonesia Kembali ke Khitah

Dipimpin Anthony S, Federasi Triathlon Indonesia Kembali ke Khitah
Ketua FTI Anthony. (Azhari/GoNews)
Kamis, 02 Juni 2016 10:28 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Sejarah baru terjadi di Federasi Triathlon Indonesia (FTI). Kali pertama dalam dua dekade, baru kali ini menggelar Musyawarah Nasional (Munas). Anthony C Sunaryo terpilih sebagai Ketua Umum, Selasa (31/5). 

Menurut Hifni Hasan, mantan carataker Ketum FTI, selama dua periode kepemimpinan sebelumnya (Mark Sungkar) tak pernah ada aktivitas resmi sesuai AD/ART. Kata Hifni ini akan jadi tugas berat buat Anthony untuk mengembalikan FTI ke khitahnya.  "Selama 10 tahun FTI berdiri tidak pernah menggelar rapar kerja nasional (Rakernas) dan Munas yang merupakan kewajiban organisasi. Inilah yang harus disehatkan. Jadi, tidak percuma ada sport science, anggaran, dan program," ujarnya.  

Tugas utama Ketum baru yang dipilih lewat Munas di Jakarta, itu adalah memperbaiki cara atau sistem kerja FTI dengan ketentuan AD/ART. Kemudian merangkul klub, perkumpulan triathlon untuk membesarkan olahraga ini di Indonesia yang selama ini kurang mendapat perhatian. "Ini yang selama ini terpecah belah. Selama 10 tahun terakhir tak pernah ada Munas. Tak pernah mekanisme kepengurusan dijalankan. Ada bendera tapi tak ada aktivitas atau event resmi secara reguler," Hifni mengungkapkan.

Dikatakannya, Munas diselenggarakan setelah masa bakti Pengurus Pusat FTI 2012–2016 berakhir Februari lalu. Tapi, Mark Sungkar yang selama kurang lebih 10 tahun lebih memimpin induk organisasi Olahraga Olimpiade ini, tidak menyelenggarakan Munas sesuai amanat AD/ART.

Ads
FTI sebaliknya membuat sendiri susunan Pengurus Pusat FTI Masa Bakti 2012–2016 tanpa Munas. Anggota Pengurus Pusat FTI kemudian memutuskan dalam Rapat Pengurus untuk mengangkat Hifni Hasan, Ketua II PP FTI yang juga mantan Sekjen KOI, menjadi pejabat sementara (PLT) Ketua Umum dengan mandat utama menyelenggarakan MUNAS FTI dalam waktu 3 (tiga) bulan.

Tapi, Mark Sungkar saat dikonformasi menolak Munas Jakarta. Ia menyebut itu munas liar dimana seharusnya permintaan munas itu datang dari pengurus. Mark Sungkar juga menampik selama kepengurusannya tak menjalankan program yang telah ditetapkan sesuai AD/ART. 

"Saya akan melihat 'kebrutalan' mereka. Saya tak akan membiarkan program mereka berjalan. Ini sebuah perencanaan makar setahun yang lalu. Saya tantang mereka berdebat soal FTI," tukas Mark Sungkar. ***
Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : Olahraga, Peristiwa, Umum
www www