BNN Musnahkan 7 Ha Ladang Ganja Siap Panen

BNN Musnahkan 7 Ha Ladang Ganja Siap Panen
Tim Gabungan BNN dan TNI/Polri sedang mencabut batang ganja di lereng Gunung Seulawah, Selasa (31/5/2016)
Rabu, 01 Juni 2016 08:00 WIB
Penulis: M Noer

ACEH BESAR – Sedikitnya 7 hektare landang ganja siap panen, dimusnahkan tim gabungan BNN Pusat, BNN Aceh Besar, BNN Kota Banda Aceh dan personel TNI/Polri di kawasan lereng Gunung Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (31/06).

Ladang ganja tersebut, merupakan hasil temuan tim BNN, di Kecamatan Seulimuem, Kabupaten Aceh Besar, pada hari yang sama.  

Kasubdit Narkotika Alami Pemberantasan BNN Pusat, Kombes Pol. Ghiri Prawijaya, mengatakan, puluhan ribu batang tamanan ganja kualitas terbaik tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar.  

Menurut Ghiri Prawijaya, batang ganja yang telah dicabut, bila tidak segera dimusnahkan, akan dimanfaatkan oleh pemiliknya, dikemas dan diedarkan di Aceh maupun ke Sumatera Utara, bahkan ke Jakarta.

Ads
“Tugas BNN, selain melakukan pencegahan, juga melakukan pemberantasan. Sehingga tanman haram tersebut tidak disalahgunakan.” Jelasnya.

Di kawasan lereng Gunung Seulawah, menurut Ghiri, diperkirakan masih banyak terdapat ladang ganja. Khususnya di wilayah hutan yang sulit dijangkau aparat keamanan.

Sementara lokasi ladang ganja yang ditemukan Selasa pagi, berada pada ketinggian 758 meter dari permukaan laut. “Kami menempuh perjalanan jalan kaki sekitar 3 jam dari ibukota kecamatan setempat. Lokasi tersebut, termasuk dalam wilayah Desa Lam Paloh, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar,” katanya.

Meskipun BNN berhasil menemukan dan memusnahkan tanaman ganja tersebut, pihaknya belum berhasil menangkap pemiliknya. “Pemiliknya sedang kita lidik. Sementara penampungnya di Jakarta, sebagian telah kita tangkap dalam operasi sebelumnya. Alhamdulillah, kami berhasil mencegah di sini, sebelum beredar ke Jakarta.” kata Kombes Pol Ghiri Wijaya.

Kepada masyarakat, kembali diingatkan, menanam ganja itu dilarang da negera tidak akan membiarkan masyarakat menanam, memperdagangkan serta mengonsumsi narkotika ganja.

“Itu yang paling penting. Jadi bukan seberapa banyak tanaman yang kita ambil, berapa luas yang kita musnahkan. Tapi pesan kepada mereka, bahwa ganja itu dilarang.” seru Ghiri Wijaya, dalam wawancara eksklusif dengan GoAceh usai membasmi tanaman ganja di Aceh Besar, Selasa kemarin.

Editor : TAM
Kategori : Gonews Group, Hukrim, Peristiwa
www www