Nelayan di Aceh Timur Merugi Akibat Kelangkaan Es Batangan

Nelayan di Aceh Timur Merugi Akibat Kelangkaan Es Batangan
Aktivitas bongkar muat es batangan dari mobil ke kapal nelayan di Kuala Idi, Aceh Timur, Sabtu (14/5/2016). (ASRUL MUFIDA)
Sabtu, 14 Mei 2016 10:57 WIB
Penulis: Asrul Mufida

ACEH TIMUR - Kelangkaan es batangan dalam dua bulan terakhir di wilayah Aceh Timur, meresahkan para nelayan dan petani tambak. Selain sulit mendapatkan es batangan, harga es perbatangnya mencapai Rp 100 ribu per batang.

"Selama pabrik es batangan yang ada di Kota Langsa kabarnya tidak produksi, kita para petani tambak sulit mendapatkan es batangan saat hendak panen ikan," kata Junaidi Daud (45) petani tambak warga Desa Seunubok Rawang, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur, kepada GoAceh.co, Sabtu (14/5/2016) pagi.

Hal senada juga dikatakan, Wandi alias Toke Liang Hap seorang pengumpul hasil perikanan di kawasan Bagok - Nurussalam, Aceh Timur. Katanya kelangkaan es batangan sering membuat dirinya rugi.

"Akibat, engak ada es batangan, terkadang ikan yang sudah kita beli tak dapat diawetkan dan membusuk, jika pun ada es setelah kita cari kemana-kemana, harganya tinggi mencapai Rp80 hingga Rp100 ribu per batang," keluh Wandi.

Ads
Kelangkaan es batangan juga dirasakan para nelayan di Pelabuhan Perikanan Kuala Idi, di sana para pedagang ikan dan pengusaha kapal nelayan juga resah terhadap langkanya es batangan.

"Harapan kita Pemerintah, dalam hal ini Dinas Perikanan Aceh Timur untuk segera mencari solusi terhadap persoalan kelangkaan es batangan dalam wilayah Aceh Timur," harap Mustafa (48) pedagang ikan di TPI Kuala Idi, Aceh Timur. (asr)

Editor : Kamal Usandi
Kategori : Gonews Group, Ekonomi
www www