Home >  Artikel >  Soccer

Apakah Cristiano Ronaldo Tak Tertandingi Rebut Ballon D’Or?

Minggu, 28 Agustus 2016 08:03 WIB
Hingga partai puncak Ronaldo tak sanggup mencetak gol, tapi ia menunjukkan mengapa dirinya layak disebut sebagai pemain besar. Mental juara, membuat pengaruhnya di atas lapangan jadi krusial. Hal itu ditegaskannya secara masif tatkala sukses mengeksekusi penalti kemenangan Liga Champions, dalam babak adu tos-tosan kontra Atletico Madrid.

Ronaldo menyudahi kompetisi sebagai juara, sebagai top skor dengan 16 gol, juga mempertahankan statusnya sebagai top skor sepanjang turnamen lewat catatan 93 gol. “Ronaldo mengawalinya sebagai juara, juga mengakhirinya sebagai juara,” sanjung rekan setimnya, Lucas Vazquez, seperti dikutip Cadena SER.

Kisah terpuruknya Ronaldo di awal, tapi akhirnya berjaya di level klub seakan terulang di timnas. Jadi kapten Portugal di putaran final Euro 2016, ia diremehkan bahkan tak ada yang menganggap negaranya sebagai unggulan turnamen.

Ads
Segalanya hampir jadi kenyataan. Portugal tampil begitu buruk di babak fase grup, senada dengan Ronaldo yang sampai gagal mengeksekusi penalti di matchday perdana. Tapi untuk kesekian kali, mantan pujaan Manchester United itu bangkit di saat yang tepat.

Cristiano Ronaldo tampil luar biasa di matchday pamungkas fase grup untuk loloskan Portugal, menstimulasi gol emas Ricardo Quaresma di babak 16 besar, begitu tenang dalam babak adu penalti di perempat-final, hingga jadi pemupus langkah Tim Kuda Hitam, Wales, di semi-final.

Namun, kisah antiklimaks nyaris saja jadi akhir memilukan Ronaldo di partai final. Baru tampil 25 menit menghadapi sang tuan rumah, Prancis, Ronaldo secara tak terduga menderita cedera dan harus ditarik keluar. Ia menyerah? Tidak sama sekali.

Ronaldo justru jadi aktor krusial di pinggir lapangan untuk memotivasi Portugal menaklukkan final. Ajaib, Seleccao pun meraih hasil spektakuler dengan jadi kampiun Euro 2016! Ya, prestasi tunggal Negara Pelaut di ajang akbar sepakbola. "Portugal pantas memperoleh ini, setelah pengorbanan bertahun-tahun. Tidak ada yang percaya pada kami! Saya telah memenangkan segalanya dengan klub. Saya akhirnya bisa memberi sesuatu untuk timnas,” ujar Ronaldo semringah, seperti dikutip laman resmi UEFA.

Jadi kampiun Liga Champions yang disandingkan dengan gelar Piala Eropa. Hal fantastis seperti ini tak terjadi setiap saat dan tentu hanya sedikit pemain yang bisa melakukannya. Ronaldo kini jadi satu dari sedikit pesepakbola yang sanggup merasakan prestasi akbar ini.

Secara individual dan di usianya yang semakin menua, Ronaldo pun tetap konsisten. Ia mampu memperpanjang rekornya untuk mencetak lebih dari 50 gol semusim, yang kini sudah menginjak musim keenam beruntun. Total dari 55 penampilannya sepanjang musim 2015/16, dirinya berhasil menceploskan 54 gol dan 18 assist.

Karenanya, apa yang mengharuskan Ronaldo merelakan Ballon d’Or 2016? Pesaing terdekatnya seperti Messi, Luis Suarez, Antoine Griezmann, hingga rekan setimnya, Gareth Bale, harus diakui tak memiliki musim sehebat dirinya.

Bahkan salah satu kompetitornya, Griezmann, sudah memastikan bahwa Ronaldo bakal jadi pemenang Ballon d’Or 2016. “Ballon d’Or 2016? Ayolah, mari katakan penghargaan itu sudah selesai sebelum digelar. Ronaldo memenangkan dua ajang akbar tahun ini, ia pasti akan meraihnya,” ujar bintang Atletico dan Prancis itu, seperti dikutip Goal Internasional.

Kisi-kisi berjayanya Ronaldo di Ballon d’Or 2016 sudah tampak dari rilis final nominasi pemain terbaik UEFA 2016, di mana ia disandingkan dengan Griezmann dan Bale. Merangkum performanya sepanjang musim lalu, akan jadi lelucon besar jika Ronaldo sampai urung menampakkan senyum kemenangan di atas podium nanti.

Editor : Kamal Usandi
Sumber : goal.com
Kategori : Soccer
www www