Apakah Cristiano Ronaldo Tak Tertandingi Rebut Ballon D’Or?

Apakah Cristiano Ronaldo Tak Tertandingi Rebut Ballon D’Or?
Cristiano Ronaldo meraih Ballon d'Or 2014
Minggu, 28 Agustus 2016 08:03 WIB

ZURICH, Swiss - Sayup-sayup gaung Ballon D’Or 2016 mulai terdengar dan Cristiano Ronaldo tampak tak punya alasan untuk gagal menggondolnya.

“Jika bukan Lionel Messi, pasti Cristiano Ronaldo,” itulah pernyataan yang kemungkinan besar selalu kita dengar tatkala sebuah penghargaan individu bagi pesepakbola dunia digelar. Ya, nyaris dalam sedekade terakhir kedua “Alien” itu saling bergantian menggondol penghargaan sebagai pemain terbaik tahunan.

Paling bergengsi sekaligus paling kentara bisa kita lihat dari gelaran Ballon d’Or. Sejak 2008, hanya Messi dan Ronaldo yang sanggup meraihnya. La Pulga dengan lima trofi, sementara CR7 memiliki tiga trofi.

loading...
Sedikit saja salah satu di antara keduanya “lengah”, maka sang rival dipastikan bakal jadi pemenang. Kini, bila performa keseluruhan sepanjang musim 2015/16 lalu, mudah disimpulkan bahwa Ronaldo akan mengalahkan Messi.

Ads
Pertanyaan mengemuka, apa Cristiano Ronaldo lantas tak tertandingi rebut Ballon d’Or 2016? Mari kita kupas secara perlahan, alasan yang membuat sosok 31 tahun itu sulit dibendung untuk jadi pemenang.

Selayaknya pemain besar, Ronaldo yang tak tampil maksimal di awal musim menuai kritik habis-habisan dari banyak pelaku sepakbola. Meski sanggup ,menorehkan penta gol dalam duel kontra Espanyol, dirinya mandul di enam dari tujuh jornada awal La Liga Spanyol musim 2015/16.

Banjir kecaman tak berhenti, walau di paruh pertama musim Ronaldo sanggup mencetak 14 gol. Gelontoran gol-nya dinilai tak signifikan lagi membantu klubnya, Real Madrid, kembali meraja di Negeri Matador.

Di usianya yang sudah menginjak kepala tiga, Ronaldo secara kejam bahkan dicap sudah habis. "Semua orang tahu dia sudah bekerja keras hingga bisa seperti sekarang. Saya pikir penampilan puncaknya sekitar satu atau dua tahun lalu. Dia tetap dipandang sebagai striker hebat. Tapi saya merasa pengaruhnya di Madrid sudah berkurang, maka dari itu saya bisa bilang Ronaldo sudah habis,” tutur pandit sepakbola terkenal asal Spanyol,
Guillem Balague, pada Sky Sports.

Namun Ronaldo untuk kesekian kalinya mampu membungkam kritik. Ia bangkit secara luar biasa di paruh musim kedua, bertepatan dengan ditunjuknya Zinedine Zidane sebagai pelatih kepala Madrid menggantikan Rafael Benitez.

Seakan mengamuk, Ronaldo berhasil menambah koleksi gol-nya di La Liga menjadi total 35 gol. Performa heroik yang paling dikenang adalah saat menorehkan quat-trick dalam kemenangan 7-1 atas Espanyol dan sumbangsih satu gol-nya kala Madrid berjaya di Camp Nou dalam duel legendaris El Clasico. Sayang kebangkitannya sedikit terlambat karena Los Blancos akhirnya gagal jadi kampiun, meski sanggup mengikis defisit poin menjadi hanya sebiji saja dari sang juara, Barcelona.

Terlepas dari kesialan di La Liga -- yang mana selain urung juara, Ronaldo juga gagal jadi El Pichichi -- aksi luar biasanya justru hadir di ajang bergengsi Liga Champions. CR7 yang jadi pahlawan di fase grup dengan 11 gol, berperan lebih vital di fase gugur.

Ronaldo memulainya dalam bentrok hadapi AS Roma di babak 16 besar. Sepasang gol-nya meloloskan Madrid dengan agregat telak 4-0. Performa yang lebih fantastis kemudian ditunjukkan di perempat-final kontra VfL Wolfsburg. Los Galaticos yang kalah 2-0 pada leg pertama, secara ajaib lolos ke semi-final setelah membalikkan agregat menjadi 3-2 di leg kedua berkat hat-trick Ronaldo!

Mental juara Ronaldo kemudian berbicara di babak semi-final dan final. Dibekap cedera yang serius, ia ngotot ingin merumput sampai melakukan perawatan pribadi guna pulih lebih cepat. Hasilnya memang sesuai harapan, tapi hal itu harus diakui memengaruhi performanya.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:goal.com
Kategori:Soccer
wwwwww