Home >  Artikel >  SerbaSerbi

Batalkan Kuliah Umum Ustaz Abdul Somad, Wakil Rektor UGM Sebut Ada Tekanan Alumni

Batalkan Kuliah Umum Ustaz Abdul Somad, Wakil Rektor UGM Sebut Ada Tekanan Alumni
Ustaz Abdul Somad. (republika.co.id)
Kamis, 10 Oktober 2019 13:41 WIB
YOGYAKARTAPimpinan Universitas Gajah Mada (UGM) membatalkan kuliah umum Ustaz Abdul Somad yang direncanakan digelar di Masjid Kampus UGM, Sabtu (12/10).Dikutip dari republika.co.id, Ketua Takmir Masjid UGM, Drs Mashuri Maschab, menilai, penolakan itu merupakan bentuk ketidaksukaan UGM terhadap UAS. ''Kita harus berterus terang, UGM tidak menyukai UAS,'' kata Mashuri saat ditemui Republika.co.id di kediamannya, Sleman, Rabu (9/10).

Mashuri mengungkapkan, ketika menemui dua wakil rektor UGM, Djagal Wiseso dan Bambang Agus, dia sudah menyampaikan kalau mereka tidak akan berbohong. Maka itu, ia mengaku tidak akan menutupi apa pun pembicaraan yang terjadi.

Selama pertemuan, lanjut Mashuri, Djagal menyebutkan berbagai alasan. Salah satunya tekanan alumni. Namun, Djagal meyakini, salah satu penjelasan soal tekanan alumni dari luar menjadi alasan terkuat UGM untuk membatalkan kedatangan UAS.

Ads
''Alasannya itu karena UGM dapat tekanan, saya bilang, 'pak kalau kita bicara tekanan kita harus seimbang, ada yang pro dan kontra, ada yang suka ada yang tidak suka, itu harus diperhatikan','' ujar Mashuri.

Sayang, lanjut Mashuri, saat itu Djagal tidak mengungkapkan alumni yang dimaksud. Bahkan, Mashuri sempat menanyakan apakah alumni itu pernah ke masjid, berinfaq ke masjid, sampai menolak acara-acara masjid?

''Nah kalau alumni itu di Jakarta, di Manado, misalkan, menolak cuma lewat WA, kan tidak adil, kalau alumni yang menolak itu sering datang itu pasti kita perhatikan,'' kata Mashuri.

Kepala Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani, kepada wartawan menyatakan jika acara yang akan dihadiri UAS dibatalkan. "Berkaitan dengan acara yang rencananya akan diselenggarakan tanggal 12 Oktober 2019, maka pimpinan universitas meminta agar rencana tersebut dibatalkan," ujar Iva.

Sebelumnya, beredar undangan kuliah umum bertajuk Integrasi Islam dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek). Agenda itu hendak dilaksanakan di Masjid Kampus UGM, Sabtu (12/10) mendatang. Kuliah umum tersebut bertema 'Islam dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek): Pondasi Kemajuan Indonesia'. Kegiatan tersebut rencananya akan dimulai Sabtu pukul 12.45 WIB hingga selesai.

Selain UAS, agenda itu juga diisi Prof Heddy Shri Ahimsa Putra. Iva menuturkan, pembatalan dilakukan karena kegiatan-kegiatan itu tidak selaras jati diri UGM.

''Hal tersebut dilakukan untuk menjaga keselarasan kegiatan akademik dan kegiatan nonakademik dengan jati diri UGM,'' ujar Iva.

Iva menyebut kalau pembatalan tidak cuma karena pembicara. Tapi, keterikatan baik acaranya, pembicaranya maupun waktunya.

Secara umum, ia membenarkan pembatalan merupakan permintaan pimpinan UGM atas alasan tidak selaras dengan jati diri UGM. Namun, Iva merasa, mungkin saja UAS kembali diundang UGM pada kesempatan lain.

''Artinya, apakah suatu saat ada kemungkinan mengundang UAS, ya bisa saja dalam acara dan suasana yang tepat,'' kata Iva.

Hingga kini, pembatalan itu sendiri masih menjadi polemik. Namun, Iva menambahkan, surat pembatalan atau penolakan yang dikeluarkan Rektorat UGM sudah dalam proses untuk dikirim ke takmir masjid UGM. 

Mengaku Heran

Semetara Mashuri menerangkan, Takmir Masjid UGM sendiri sudah memenuhi kondisi-kondisi yang diminta sebelum mengundang UAS. Mulai dari tidak memakai baliho, spanduk atau banner sampai tidak memakai konsep tablig akbar.

Ia menjelaskan, konsepnya memang seperti diskusi panel dan terbilang serius, tanpa banyak gelak tawa. Karena itu, takmir Masjid UGM memang tidak menyebarkan undangan-undangan secara luas.

Walau komunikasi kepada UAS sudah dilakukan sejak 11 September 2019 lalu, kabar itu tidak lantas disebarluaskan. Bahkan, rektorat, dekan, kepala pusat studi lebih dulu disampaikan baru ke rekan-rekan takmir.

Itu pula tampaknya yang membuat kesabaran Mashuri sudah mencapai puncak. Sebab, ketika kondisi-kondisi itu sudah dipenuhi, takmir masjid UGM tetap diminta membatalkan rencana mendatangkan UAS.

''Tadi saya sudah mengatakan, Pak (Djagal) saya ini orang jujur, saya tidak mau berbohong, dan kali ini kalau misalnya masih dilarang saya tidak akan menutup-nutupi, saya akan bicara ke publik,'' ujar Mashuri.

Ia menegaskan, Takmir Masjid UGM memang telah mengundang UAS untuk datang. Karenanya, Mashuri mengaku tidak akan pernah membohongi diri mengatakan dia membatalkan karena memang dia tidak mau membatalkan.

''Saya tidak akan membohongi diri saya, kemudian (agar) tidak datang menggunakan alasan macam-macam, ya sudah, karena yang melarang bukan saya,'' kata Mashuri.

Mashuri Maschab mengungkapkan, ada sejumlah alasan pembatalan kulah umum Ustaz Abdul Somad yang disebut Rektorat. Salah satunya karena sosok UAS yang kontroversial. ''Alasan formal yang digunakan itu UAS kontroversial,'' kata Mashuri saat ditemui Republika di kediamannya di Sleman, Rabu (9/10).

Kemudian, ia menerangkan, ada pula alasan lantaran pada 20 Oktober 2019 akan ada pelantikan Presiden RI 2019-2024. Mashuri sendiri mengaku sudah menjelaskan kuliah umum tidak terkait politik apapun.

''Saya jelaskan, pak saya itu tidak ada urusan dengan acara politik, tugas saya menyajikan kegiatan-kegiatan yang mencerdaskan ke jamaah saya,'' ujar Mashuri.

Bahkan, ia mengaku sampai saat ini tidak pernah memikirkan akan ada agenda-agenda politik apa saja. Yang dipikirkan cuma pada 12 Oktober 2019 itu kosong agenda, jadi dipilihlah waktu tersebut.

Tapi, Mashuri sendiri tidak terlalu mengerti apa hubungannya kajian yang digelar masjid kampus UGM dan pelantikan Presiden RI 2019-2024. Karenanya, ia mengaku heran alasan sebenarnya UAS ditolak.

''Masa kemudian ada orang ngaji kemudian tidak jadi dilantik, menurut saya itu rada,'' kata Mashuri, yang jawabannya terputus karena harus menerima panggilan masuk ke ponselnya.

Semua alasan itu sendiri didapatkan Mashuri saat penuhi undangan Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan, Djagal Wiseso, dan Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset, Bambang Agus. Pertemuan dilakukan di kantor Djagal Wiseso pada Rabu (9/10) pagi. Saat itu, Mashuri datang tidak sendiri karena ditemani Wakil Ketua Takmir Masjid Kampus UGM, Zuprizal.

Terkait hal itu, UAS mengaku akan mengikuti permintaan pihak pengundang. Sebab, dirinya dan tim semata-mata bertamu. Sebagai tamu yang baik, tentunya tidak ingin memberatkan tuan rumah.

''Saya ikut panitia saja. Kalau memberatkan, saya tidak datang,'' ujar UAS kepada Republika.co.id, Rabu (9/10). Sebelumnya, pimpinan UGM mengonfirmasi rencana pembatalan kuliah umum yang akan dibawakan UAS.***

Editor : hasan b
Sumber : republika.co.id
Kategori : SerbaSerbi
www www