Krisis Semenanjung Korea

Rusia Angkut Senjata Tempur ke Perbatasan Korea Utara

Rusia Angkut Senjata Tempur ke Perbatasan Korea Utara
Senjata-senjata tempur Rusia termasuk tank diangkut dengan kereta api ke wilayah perbatasan Rusia dengan Korut. Langkah Moskow ini menyusul kekhawatiran perang Korea akan pecah. Foto / Will Stewart
Jum'at, 21 April 2017 11:42 WIB
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin dilaporkan mengerahkan pasukan Rusia dan senjata-senjata tempur di perbatasan Rusia dengan Korea Utara (Korut). Media Moskow menyebut pengerahan pasukan itu karena muncul kekhawatiran perang akan segera terjadi di Semenanjung Korea.

Senjata-senjata tempur Rusia diangkut dengan kereta api ke wilayah perbatasan darat Rusia dengan Korut yang panjangnya sekitar 11 mil. Sebuah rekaman video menunjukkan tiga kereta yang penuh dengan peralatan tempur, termasuk tank, bergerak menuju perbatasan.

Ada juga video yang menunjukkan lalu lalang helikopter militer Moskow ke perbatasan kedua negara. Langkah Rusia ini juga sebagai antisipasi jika terjadi eksodus warga Korut ketika perang benar-benar terjadi.

”Kereta kereta api yang sarat dengan peralatan militer yang bergerak ke arah wilayah Primorsky melalui Khabarovsk, telah diketahui oleh penduduk setempat,” tulis media Rusia, primemedia.ru, dalam laporannya yang dikutip Jumat (21/4/2017).

Seorang veteran militer Rusia, Stanislva Sinitsyn, juga menjadi saksi mata lalu lintas peralatan tempur Rusia ke wilayah perbatasan di dekat Korut. ”Pergerakan peralatan militer dengan transportasi yang berbeda ke wilayah selatan terpantau di wilayah Primorsky selama seminggu terakhir,” katanya.

”Banyak yang menghubungkan hal ini dengan situasi di Semenanjung Korea,” ujarnya. ”Video tersebut menunjukkan sistem artileri yang mendukung tentara dalam penyerangan atau menjumpai agressor.”

“Jika situasinya memburuk, terutama yang berkaitan dengan kejadian militer, angkatan bersenjata semua negara tetangga jelas memantaunya lebih dekat, tidak terkecuali kami,” imbuh dia.

”Ini bukan pertama kalinya Korut menghancurkan perdamaian di wilayah ini, itulah mengapa situasi ini patut mendapat perhatian,” paparnya.

Meski demikian, juru bicara militer Rusia Alexander Gordeyev menolak untuk memberikan alasan yang tepat terkait pengerahan pasukan dan peralatan tempur tersebut. 
Ads
Editor:Kamal Usandi
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww