Astagfirullah, Wajah Kena Santet Agar Tak Jadi Menikah

Astagfirullah, Wajah Kena Santet Agar Tak Jadi Menikah
Ilustrasi
Jum'at, 17 Februari 2017 10:45 WIB
Sihir atau santet merupakan salah satu perbuatan syirik kepada Allah. Mungkin ada di antara kita yang menganggap hal seperti itu sudah tidak ada pada pada zaman modern ini.Namun perbuatan terkutuk ini memang tak akan jauh dari orang yang hatinya busuk.

Seperti kisah yang dibagikan grup Facebook Kisah Rumah Tangga, yang dikutip Dream dari laman Ohbulan.com, Jumat 17 Februari 2017.

loading...
Katanya, seorang sahabat tega mengirim santet kepada sahabat baiknya sebelum hari pernikahannya. Semoga kita dijauhkan dari hal-hal semacam ini. Amin.

Disantet Bagian Wajah

Ads
Tak tahu mau memulainya dari mana. Tak semua orang percaya pada sihir, seperti santet. Aku sendiri juga tak percaya hal-hal macam ini. Tapi itu memang benar-benar ada.

Tiga hari menjelang hari bertunangan, muka aku hancur penuh jerawat bernanah. Tapi waktu itu aku tidak berprasangka apa-apa karena habis minum madu. Jadi aku salahkan penyebabnya adalah madu.

Aku berusaha menjaga mood karena akan bertunangan 3 hari lagi meski hati ini sangat sedih. Tapi saat hari pertunangan, semua keluarga laki-laki terkejut lihat muka aku.

Tentu saja aku malu sekali karena sebelum ini muka aku licin dan cantik. Dua bulan telah berlalu sampai seorang hamba Allah ini mengatakan muka aku itu bukan karena jerawat biasa.

Aku pun mulai melakukan perawatan kulit lebih serius, mulai dari chemical peeling hingga carbon laser, tapi semua tak mempan.

Setelah ada yang bilang kondisiku makin buruk, aku coba berobat secara tradisional dengan mendatangi ustaz. Dan benar saja ustaz di sebuah sekolah pendidikan Alquran bilang aku disantet orang.

Tak puas dengan penjelasannya, aku cari ustaz lain. Sampai pada ustaz ke tiga yang mengatakan ada seorang perempuan yang menginginkan calon suami aku, tapi dia tak mau dengan perempuan itu.

Ustaz itu menyebutkan ciri-ciri perempuan yang iri dengan aku dan aku ceritakan hal itu kepada calon suami aku. Dia serba salah dan mengingatkan teman-teman perempuan dia.

Bau Bangkai dan Muka Jadi Buruk

Tiga bulan lagi kami menikah dan hari pestanya telah dimajukan karena ada saudara calon suami yang tak ingin ada orang yang santet aku lagi. Tapi aku mulai diberi petunjuk oleh Allah.

Dua minggu sebelum acara, aku jumpa seorang kakak. Dia ahli pengobatan. Aku pun ikhtiar selagi masih ada waktu dan muka aku makin OK.

Beberapa hari sebelum acara, aku ajak seorang sahabat yang selama ini aku ajak ke mana pun pergi. Kami pergi ke spa dan melakukan perawatan kulit bersama. Dia bahkan aku ajak tidur sebelum aku jadi istri orang.

Tapi saat aku masuk kamar, aku mencium bau bangkai. Aku tanya sahabat aku, mukanya sedikit berubah. Tapi saat itu aku tak berprasangka apa-apa.

Aku kirim pesan ke kakak yang mengobati aku tentang kamarku yang bau bangkai. Dia hanya balas aku harus tenang dan fokus pada hari pernikahan.

Esok harinya aku sempat sedih karena tiba-tiba mukaku yang cantik berubah jadi buruk. Padahal malamnya aku akan menikah.

Aku tunggu sahabatku datang untuk menjadi tempat curahan hati. Tapi dia tidak datang. Padahal dia sudah janji akan datang petang itu.

Sahabat Datang Usai Acara Selesai

Pendek cerita, pesta pernikahan aku berjalan lancar. Namun sahabatku masih belum datang. Begitu pesta usai, baru dia muncul.

Seminggu setelah menikah, aku bertemu dengan kakak yang mengobati aku. Aku ingin tahu siapa yang menjadi dalang semua ini.

Dia bilang bau busuk itu karena ada orang yang datang membawanya ke dalam kamar aku. Dan orang itu juga tidak datang pada pesta pernikahan aku sebab dia sedang mengirim santet di hari itu.

Karena itulah dia baru muncul setelah semua acara telah selesai. Berdegup darah aku sampai ke kepala. Aku langsung menangis. Benarkah dia?. Kakak yang mengobati aku cuma tersenyum.

Mengetahui ini aku jadi teringat sikap sahabatku selama sebelum aku menjadi istri suamiku.

Sahabat aku itu marah saat aku pulang kampung mau beli cincin kawin. Dia juga selalu ikut setiap aku mau bertemu dengan suamiku. Aku dibilang egois karena mementingkan suamiku daripada teman-teman.

Jadi, hati-hati dengan sahabat.


 

Editor:Sisie
Sumber:dream.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww