Gawat! Remaja Kecanduan Main Smartphone Rentan Kena Kanker Otak

Gawat! Remaja Kecanduan Main Smartphone Rentan Kena Kanker Otak
Ilustrasi
Kamis, 16 Februari 2017 13:45 WIB
REMAJA dan smartphone seperti sudah menjadi kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Hampir sepanjang hari remaja sibuk dengan smartphone mereka, entah bermain game atau berinteraksi di dunia maya.Remaja menjadi lupa waktu, lebih sering sibuk sendiri meskipun sedang bersama teman-teman, itu bisa disebut kecanduan smartphone. Tanpa disadari ada banyak efek mengerikan remaja kecanduan main smartphone, berikut dilansir dari Momjunction, Kamis (16/2/2017):

Stres

Remaja yang memiliki smartphone akan menghabiskan waktu sepanjang hari di dunia maya. Di sisi lain, penelitian telah membuktikan bahwa remaja yang menghabiskan terlalu banyak waktu dengan smartphone mereka, lebih rentan terhadap stres dan kelelahan. Kebiasaan ini juga dapat menyebabkan gangguan psikologis dalam beberapa kasus.

Ads
Kurang tidur

Sebagian besar remaja meletakkan smartphone di dekatnya saat tidur untuk menanggapi pesan atau panggilan telfon. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan gangguan tidur. Remaja juga menjadi mudah marah ketika mereka kurang tidur.

Tendonitis

Apa dampak smartphone di kehidupan sosial remaja? Mereka benar-benar kecanduan berkirim pesan. Hal ini dapat menyebabkan remaja mengalami tendonitis, di mana mereka akan merasakan rasa sakit di tangan, punggung, dan leher. Ini dikarenakan postur tubuh dari mereka yang buruk ketika bermain smartphone.

Meningkatkan kecemasan

Mengandalkan texting sebagai modus utama komunikasi dapat meningkatkan kecemasa pada remaja. Texting bisa langsung memuaskan, tetapi juga bisa berujung pada kecemasan. Balasan cepat dari teman atau gebetan, bahkan pacar dapat membawa sukacita dan kegembiraan. Tapi, jika pesan yang disampaikan tidak direspon atau lama dibalas, kesenangan bisa seketika menjadi kekecewaan, akhirnya? Galau!

Risiko kanker

Penelitian menunjukkan, radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh smartphone diserap dalam jaringan ketika menggunakannya terlalu lama. Sistem saraf remaja masih berkembang dan memiliki risiko lebih besar terkena kanker otak dibanding orang dewasa.

Editor:Sisie
Sumber:okezone.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww