Aksi 112 Akan Dikawal 28.000 Aparat Polisi dan TNI

Aksi 112 Akan Dikawal 28.000 Aparat Polisi dan TNI
Ilustrasi
Kamis, 09 Februari 2017 18:30 WIB
SEMANGGI - Rencana aksi Forum Umat Islam (FUI) di sekitaran Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (11/2/2017) tidak dilarang oleh aparat Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya. Kecuali, kegiatan itu dilakukan dengan cara longmarch dari Masjid Istiqlal hingga Monumen Nasional (Monas).Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochammad Iriawan mengatakan bahwa pihaknya tidak melarang untuk masyarakat atau organisasi masyarakat untuk melakukan ibadah. Apalagi, perwakilan dari FUI sudah sepakat untuk tidak melakukan longmarch.

"Tanggal 11 besok sudah ada pengumuman dari mereka bahwa tidak jadi. Akan ada pengumpulan massa di Istiqlal untuk ada doa bersama boleh, tapi kembalinya harus tertib dan tidak boleh ada pengumpulan massa," kata Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (9/2/2017).

Dia menjelaskan format aksi yang diubah menjadi beribadah bersama di Masjid Istiqlal sangat baik. Apalagi, masyarakat yang beragama muslim bisa hatam Al-Quran. Namun, kalau ada yang menjadikan aksi itu untuk kampanye salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI tidak diperkenankan.

Ads
"Sehingga ada kumpulan untuk Kampanye itu tidak boleh, tapi kalau mau hatam Alqur'an saya senang sekali," ucapnya.

Sebanyak 28.000 personel dari Kepolisian dan TNI sudah disiagakan untuk menjaga Ibukota Jakarta. Yang terdiri dari 23.450 aparat kepolisian dan 4.700 dari TNI. Jadi, kalau massa merubah aksinya menjadi longmarch maka akan ditindak tegas dengan cara pembubaran.

"Nanti pola pembubarannya saya sudah siapkan, saya tidak bisa jelaskan," jelasnya.

Apalagi, pada saat aksi hingga waktu pencoblosan Rabu (15/2/2017) mendatang sudah masuk dalam masa tenang. Kalau memang melanggar, pihak aparat kepolisian akan membubarkannya.

"Tidak boleh, kalau ada aksi itu akan kita tindak lanjuti," ucapnya.

Editor:Fatih
Sumber:Warta Kota
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww