Besok Ribuan Buruh 'Kepung' Istana Menolak TKA Ilegal

Besok Ribuan Buruh Kepung Istana Menolak TKA Ilegal
Ilustrasi penolakan tenaga kerja asing ilegal.
Minggu, 05 Februari 2017 18:41 WIB
JAKARTA - Ribuan buruh dan pekerja akan kembali turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa pada Senin (6/2/2017). Mereka akan mendatangi Istana Negara dan Mahkamah Agung sebagai tempat menyampaikan aspirasi. Dengan titik kumpul di Bundaran Patung Kuda Indosat sekitar pukul 10.00 WIB.Menurut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI) Said Iqbal, selain di Jakarta, buruh dari berbagai kota lain juga akan melakukan aksi yang sama. Dengan menggelar aksi damai di kantor gubernur, seperti di Bandung, Surabaya, Semarang, Banda Aceh, Medan, Batam, Banjarmasin, Gorontalo. Buruh menuntut agar pemerintah segera memulangkan tenaga kerja asing (TKA) ilegal asal Tiongkok.

Said mengatakan, puluhan ribu buruh bakal mengepung Istana Negara karena merasakan ancaman dari membanjirnya TKA ilegal Tiongkok. Padahal saat ini banyak warga Indonesia yang kesulitan mendapatkan pekerjaan.

loading...
"Saat ini daya beli buruh juga menurun akibat upah murah melalui PP 78/2015," kata Said dalam keterangannya, Minggu (5/2/2017).

Ads
Dia menjelaskan, upah buruh Indonesia yang sangat murah bukan tanpa alasan. Karena upah buruh tahun 2017 ini hanya naik USD 10 sampai USD 20 per bulan atau seharga satu buah kebab di Eropa. Sedangkan TKA ilegal Tiongkok ada yang dibayar Rp 10 juta per bulan. Selain itu, buruh juga menjerit karena melambungnya harga-harga, seperti kenaikan tarif dasar listrik (TDL) 900 VA, harga cabai, dan bahan bakar minyak jenis Premium.

"Beban ini sangat dirasakan oleh jutaan buruh outsourcing yang tidak dipedulikan nasibnya oleh Pemerintah," ujar Said.

Karena itu, dalam aksinya buruh akan menuntut penghapusan upah murah dan pencabutan PP 78/2015, menolak kehadiran TKA tanpa keahlian, dan menolak Revisi UU 13/2003 tentang Ketenagkerjaan. Buruh juga meminta agar pemerintah segera menurunkan tarif listrik, BBM, gas 3 kilogram, cabai, dan kebutuhan pokok lain.

"Kami juga minta agar pemerintah menghapus sistem outsourcing dan pemagangan," demikian Said.
Editor:Fatih
Sumber:Medanbagus.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww