Putri Eks Pemimpin Al-Qaeda Tewas dalam Operasi AS di Yaman

Putri Eks Pemimpin Al-Qaeda Tewas dalam Operasi AS di Yaman
Kamis, 02 Februari 2017 11:04 WIB
SANA'A - Nawar Anwar Al-Awlaki yang merupakan putri mantan pemimpin kelompok militan Al-Qaeda di Yaman atau AQAP tewas dalam operasi militer gabungan Amerika Serikat (AS) dengan Uni Emirat Arab. Namun militer AS tidak meyakini adanya korban tewas dari kalangan sipil dalam operasi itu.Anwar Al-Awlaki adalah ulama kelahiran AS yang pernah memimpin AQAP dan memerintahkan serangan teror terhadap AS. Dia tewas dalam serangan drone AS di Yaman, tahun 2011 lalu.

Dituturkan pihak keluarga Al-Awlaki, seperti dilansir CNN, Rabu (1/2/2017), Nawar yang masih berusia 8 tahun tewas dalam operasi gabungan AS dan Uni Emirat Arab terhadap AQAP pada Minggu (29/1). Operasi militer itu menjadi yang pertama kali yang disetujui Presiden AS Donald Trump sejak menjabat.

Tidak diketahui kewarganegaraan Nawar, yang ayahnya memegang kewarganegaraan ganda AS-Yaman. Nawar dilaporkan tinggal bersama keluarga ibunya di Yaman. Secara terpisah, kakek Nawar, Nasser al-Awlaki menuturkan kepada Reuters, bahwa cucunya ditembak di bagian leher. 

"Dia terkena peluru di lehernya dan sekarat selama 2 jam. Kenapa membunuh anak-anak? Ini adalah pemerintahan (AS) yang baru -- sungguh menyedihkan, kejahatan besar," cetus Nasser. 

Sejumlah pejabat AS menuturkan kepada CNN, bahwa AS masih memeriksa informasi soal jatuhnya korban sipil dalam operasi militer di Yaman. Para pejabat AS itu juga menyebut belum ada informasi intelijen kuat yang menyebut putri Al-Awlaki tewas dalam operasi militer itu. 

Operasi militer di Yaman itu juga menewaskan satu personel militer AS, William 'Ryan' Owens, yang merupakan anggota pasukan SEAL Angkatan Laut AS serta melukai tiga tentara AS lainnya. Militer AS menyebut 14 militan Al-Qaeda tewas dalam operasi itu.

Laporan awal militer AS menyatakan tidak ada bukti jatuhnya korban sipil dalam operasi itu. Namun seorang pejabat AS menuturkan kepada CNN, informasi intelijen mulai meyakini adanya korban sipil. Pejabat AS itu menjelaskan bahwa militan Al-Qaeda mengambil posisi tembak di atap sebuah gedung dan tentara AS yang diserang, memanggil bantuan udara terhadap gedung itu, yang diduga memicu korban sipil. 

Tentara AS sangat jarang langsung dikerahkan ke lapangan di Yaman. Jika pengerahan pasukan darat dilakukan, maka mengindikasikan target operasi sangat tinggi. Seorang pejabat AS lainnya menuturkan kepada CNN bahwa seorang pemimpin Al-Qaeda tewas dalam operasi itu. 

Operasi militer terhadap AQAP ini merupakan operasi pemberantasan terorisme pertama yang disetujui Presiden Trump. Meskipun jika dinilai dari rumitnya operasi, perencanaan misi ini telah dimulai sejak pemerintahan mantan Presiden Barack Obama.

loading...
Ads
Editor:Kamal Usandi
Sumber:detik.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww