Empat Rumah Rusak akibat Longsor di Lebak

Empat Rumah Rusak akibat Longsor di Lebak
Longsor di Lebak
Kamis, 26 Januari 2017 14:30 WIB
LEBAK - Empat rumah di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, rusak akibat diterjang longsor pada Rabu (25/1/2017).Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak Kaprawi mengatakan, tiga rumah di antaranya mengalami rusak berat, sedangkan satu lainnya rusak ringan.

Ia mengatakan, bencana alam itu terjadi setelah hujan mengguyur daerah tersebut pukul 17.00 WIB. Warga bisa menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa.
"Semua korban longsoran tanah itu warga Desa Margaluyu, Kecamatan Sajira," kata Kaprawi, Kamis (26/1/2017).

BPBD Lebak tengah memetakan warga yang tinggal di daerah perbukitan, pegunungan dan daerah aliran sungai sebagai lokasi rawan longsor.

Ads
Jumlah desa di Kabupaten Lebak yang masuk kategori rawan longsor tercatat 42 desa. Lokasinya berada di Kecamatan Wanasalam, Banjarsari, Rangkasbitung, Warunggunung, Cileles, Cibadak, Leuwidamar, Bayah, Cikulur, Cimarga, Kalanganyar, Sobang, Cibeber, Cilograng, dan Sajira.

Kaprawi meminta warga yang tinggal di daerah itu agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika curah hujan di daerah itu relatif tinggi seperti sepekan terakhir.

Pemerintah daerah sudah beberapa kali mengusulkan warga yang tinggal di daerah longsor agar bisa direlokasi ke tempat yang lebih aman. Namun, warga setempat keberatan karena mereka sudah lama tinggal di sana.

"Kami mengimbau warga meninggalkan permukiman jika hujan terus-menerus untuk menghindari korban jiwa," katanya.

Menurut Kaprawi, jumlah masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsoran tanah itu mencapai ribuan kepala keluarga. Mereka tinggal secara turun-temurun di daerah perbukitan, pegunungan, dan bantaran aliran sungai.

Ia menyebutkan bahwa saat ini hujan dengan intensitas ringan dan sedang terjadi siang, sore, malam, dan dini hari berlangsung selama 2 sampai dengan 3,5 jam.

Saat ini BPBD telah menyalurkan bantuan kepada warga korban longsor berupa bahan pokok, tempat tidur, selimut dan peralatan rumah tangga.

"Kami sampai saat ini masih memberlakukan siaga bencana alam sehubungan curah hujan cenderung meningkat," katanya.

Editor:sisie
Sumber:Kompas.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww