Suami Enggan Ikut Pemilu, Istri Diminta Boikot Hubungan Seks

Suami Enggan Ikut Pemilu, Istri Diminta Boikot Hubungan Seks
Ilustrasi
Rabu, 18 Januari 2017 13:30 WIB
MOMBASA – Para perempuan di Kenya diminta menolak untuk berhubungan seks hingga suami mereka mau mendaftarkan diri sebagai pemilih dalam pemilihan umum (pemilu) Agustus 2017. Seruan tersebut dilontarkan oleh anggota parlemen asal Mombasa, Mishi Mboko.Mboko yakin strategi tersebut dapat meningkatkan jumlah pemilih di wilayah yang diwakilinya yang menjadi basis suara partai oposisi. Baginya, hubungan seks adalah senjata paling ampuh untuk memaksa warga, terutama laki-laki, untuk mendaftarkan diri mereka sebagai pemilih.

“Kaum perempuan, ini adalah strategi yang harus Anda lakukan. Ini yang terbaik. Jangan mau berhubungan seks sampai mereka menunjukkan kartu daftar pemilih,” ucap Mishi Mboko, seperti diwartakan Independent, Rabu (18/1/2017).
Batas waktu pendaftaran sebagai pemilih untuk pemilihan umum akan berakhir pada (17/1/2017). Mboko menuturkan, suaminya terbebas dari boikot hubungan seks karena sudah lebih dahulu mendaftar. Pemilihan umum tersebut sangat penting karena akan menentukan siapa Presiden Kenya untuk periode 2018-2023.

Presiden petahana Kenya Uhuru Kenyatta berupaya untuk melanjutkan masa kepemimpinannya menjadi dua periode. Namun, pria berusia 55 tahun itu mendapatkan tantangan berat dari oposisi. Koalisi partai oposisi, termasuk Partai Gerakan Demokratik Oranye (ODM) milik Mishi Mboko, berupaya mengajukan kandidat untuk menjegal langkah Uhuru Kenyatta.

Ads
Mishi Mboko menyatakan, sudah saatnya pemilihan umum dianggap serius oleh warga sehingga para perempuan diminta untuk mengambil peran. Boikot berhubungan seks adalah hal yang lumrah di Kenya. Pada 2009, aktivis perempuan menyerukan mogok berhubungan seks selama sepekan untuk mendesak rekonsiliasi antara Presiden Mwai Kibaki, Perdana Menteri Raila Odinga, dan sekutunya.

Para aktivis perempuan itu juga mendorong istri-istri politikus untuk berpartisipasi dalam gerakan boikot berhubungan seks tersebut. Para aktivis menawarkan kompensasi bagi para pekerja seks komersial (PSK) yang berpotensi kehilangan pendapatan karena bergabung dalam gerakan boikot berhubungan seks.

Editor:Sisie
Sumber:okezone.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww