Bayi Itu Selamat dalam Proses Persalinan Darurat di Kereta Api

Bayi Itu Selamat dalam Proses Persalinan Darurat di Kereta Api
Ilustrasi (Google)
Kamis, 05 Januari 2017 14:45 WIB
JOMBANG - Dwi Rania Dhahaniawati. Itulah nama bayi perempuan yang lahir di gerbong nomor 5 KA Dhaha saat melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Blitar, Rabu (04/01/2017).


 - Dwi Rania Dhahaniawati. Itulah nama bayi perempuan yang lahir di gerbong nomor 5 KA Dhaha saat melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Blitar, Rabu (4/1/2017).
Dwi berarti anak kedua. Rania merupakan nama gabungan dari dua nama Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) perempuan yang juga memberi pertolongan, Rara.

 
Dhaha berarti di KA Dhaha dan "nia" berasal dari Wilna. Adapun Wati berarti anak perempuan nan cantik.

Nama itu diberikan oleh Dwi Agustin Viki Wilnawati atau Wilna (23), seorang pegawai customer service, yang membantu proses persalinan Sukesih. Sukesih, warga Nganjuk, melahirkan di dalam gerbong KA Dhaha, dua hari lalu.

Ads
Wilna mengatakan, orangtua si bayi menyetujui pemberian nama itu. Ia berharap nama itu menjadi kebaikan bagi sang bayi dan kedua orangtuanya.

"Alhamdulillah disetujui," katanya bersyukur, Kamis (5/1/2017).

Saat kejadian itu, Wilna sedang menumpang KA Dhaha menuju tempat kerjanya. Petugas CS di PT KAI Daop 7 Madiun itu merupakan lulusan Akademi Keperawatan dr Soedono Madiun.

Dengan bekal pengetahuan tentang persalinan yang ia peroleh, Wilna berani mengambil tindakan melakukan penyelamatan kepada Suksesih.

Saat memberi pertolongan, seperti dikisahkan Wilna, bayi sudah keluar tetapi terlilit tali pusar.

Bayi dalam kondisi kekurangan oksigen karena banyak penumpang berkerumun di sekitarnya.

Wilna menunggu tangisan bayi untuk melakukan tindakan selanjutnya.

Beberapa menit kemudian, sang bayi menangis dan Wilna segera memberikan penanganan. Tangisan bayi menandakan bayi dalam kondisi sehat.

"Setelah menangis, saya minta bantuan Mbak Rara mencarikan gunting dan sobekan kain untuk membungkus tali pusarnya," ujar Wilna.

Gunting yang dipakai merupakan gunting biasa yang disterilkan dengan alkohol.

Wilna mengatakan, penanganan medis yang selayaknya tidak memungkinkan dilakukan dalam kondisi tersebut. Plasenta masih tertinggal di perut Sukesih.

Sembari menunggu ambulans, Wilna terus memberi pertolongan kepada bayi. "Yang aku pikir, bayi itu harus selamat baru ibunya," kata dia.

Ia memotong tali pusarnya sembari berdoa berharap semuanya aman. Sebelum ambulans datang, bayi bisa diselamatkan.

Wilna langsung membungkus bayi dengan mukena yang dibawa oleh Suksesih. Tak lama berselang, ambulans tiba di lokasi.

Ibu dan bayinya langsung diantar ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala Humas Daop 8 Surabaya Gatut Sutiyatmoko mengatakan bahwa akan ada penghargaan atas jasa para penolong penumpang yang melahirkan di KA Dhaha.
KA Dhaha berada di bawah manajemen Daop 8 Surabaya.

"Tapi keputusan tetap dari pusat. Bentuknya seperti apa, pusat yang memutuskan," ujar Gatut.

Editor:Sisie
Sumber:kompas.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww