Ini yang Terjadi Jika Berhenti Merokok

Ini yang Terjadi Jika Berhenti Merokok
Ilustrasi
Selasa, 03 Januari 2017 16:45 WIB
Sebagian besar orang memiliki resolusi di tahun yang baru, biasanya mereka ingin menghilangkan satu kebiasaan yang tidak akan pernah ingin terulang kembali. Ya, salah satunya adalah kebiasaan merokok.

Merokok merupakan suatu kondisi yang menyebabkan para perokok mati lebih muda, baunya mengganggu, dan dari sekian banyak hal, ini bisa menghabiskan biaya besar untuk dompet Anda. Berhenti merokok adalah hal terbaik bagi setiap perokok untuk dapat menjaga kesehatan mereka. Fakta dari The Newcastle Chronicle, bahwa sekitar separuh dari perokok jangka panjang akan mati dari kecanduan yang mematikan.

Semua sudah mengetahui, bahwa "kita semua mati pada akhirnya", tetapi perokok meninggal rata-rata 10 tahun lebih cepat. Dan, secara tragis memiliki penyakit jauh lebih menyakitkan dan melemahkan, seperti kanker paru-paru, serangan jantung, dan stroke.

Tubuh manusia memiliki hal-hal yang menakjubkan. Hanya 20 menit setelah rokok terakhir, itu bisa mulai pulih. Nikotin, bahan kimia adiktif dalam merokok, bertindak sebagai stimulan. Tidak lama setelah kepulan asap terakhir, detak jantung dan tekanan darah kembali ke tingkat normal.

Berikut beberapa perubahan yang akan anda alami selama berhenti merokok, dilansir dari laman Daily Record, Senin (02/01/2017):

Delapan jam
Ini adalah waktu pengujian ketika sebagian perokok kembali merokok lagi. Efek penghentian kuat nikotin meninggalkan aliran darah, dan keinginan mulai terjadi.

Satu Hari
Kecemasan dan puncak tingkat 'stres'. Perasaan stres berhubungan dengan menghentikan kebiasaan merokok. Penelitian menunjukkan mereka yang tidak, dan mantan perokok merasa kurang dari tingkat stres, daripada para perokok.

Satu pekan
Banyak perokok yang berhenti mengalami batuk yang buruk, tapi ini adalah normal. Itu cara paru-paru membersihkan sendiri sebanyak yang mereka bisa.

Satu bulan
Dalam satu bulan, perasaan seperti ini seharusnya akan mereda, yakni kemarahan, kecemasan, insomnia dan depresi ringan. Mereka yang berhenti sampai empat pekan, memiliki lima kali kemungkinan untuk tetap bebas asap rokok selamanya.

Satu tahun
Mantan perokok memiliki 50 persen lebih kecil kemungkinan, untuk mengalami serangan jantung, penyakit jantung atau stroke dalam waktu hanya satu tahun setelah berhenti.

Lima tahun
Diabetes adalah penyakit perokok jangka panjang, yang dapat berkembang. Buatlah lima tahun bebas asap rokok, dan risiko itu terjadi adalah sama seperti non-perokok.

Lima sampai 10 tahun
Risiko mengalami stroke sekarang sama dengan yang dari non-perokok. Asap membuat darah lengket, dan sulit untuk bergerak di sekitar tubuh, itulah mengapa perokok lebih mungkin untuk mengalami stroke.



Ads
Editor:Sisie
Sumber:Republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww