Ingin Hidup Lagi Setelah Mati, Gadis 14 Tahun Pengidap Kanker Minta Mayatnya Dibekukan

Ingin Hidup Lagi Setelah Mati, Gadis 14 Tahun Pengidap Kanker Minta Mayatnya Dibekukan
ilustrasi
Selasa, 22 November 2016 08:35 WIB
LONDON - Seorang gadis berusia 14 tahun dari London yang telah meninggal dunia karena kanker, sebelumnya meminta jasadnya dibekukan. Hal itu karena dirinya berharap bisa dihidupkan kembali suatu saat nanti. Karenanya, ia menjadi anak pertama yang akan menjalankan metode cryogenic setelah kematian di Inggris.

Metode cryogenic merupakan proses tubuh manusia dibekukan dengan harapan akan dibawa kembali ke kehidupan melalui bantuan kemajuan medis di masa depan.

Karenanya, gadis remaja tersebut akhirnya memutuskan untuk menjalani cryogenic. Ia telah memenangkan hak untuk membekukan tubuhnya dalam putusan Pengadilan Tinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ads
Gadis remaja itu tersebut telah menulis surat kepada hakim. Dalam surat dijelaskan bahwa dirinya ingin berkesempatan hidup lebih lama setelah menderita kanker yang mematikan.

"Usia hanya 14 tahun dan saya tidak ingin mati, tetapi aku tahu akan mati. Saya pikir diawetkan dengan cryogenic memberi saya kesempatan untuk sembuh dan hidup kembali, bahkan setelah ratusan tahun kemudian," tulis gadis tersebut sebelum ajal kepada hakim.

Dia juga telah meminta kepada ibunya untuk mendukung keinginannya secara hukum hukum. Hal ini lantaran sang ayah yang telah berpisah awalnya keberatan dengan rencana putrinya tersebut.

Namun, akhirnya, Hakim Peter Jackson memutuskan mendukung keinginan gadis tersebut pada Oktober lalu di Pengadilan Tinggi Inggris dan Wales di London.
Jackson mengatakan, keputusannya didasarkan pada perselisihan antara orangtua gadis itu, dan hasil terbaik bagi kesejahteraan anak, bukan pada ilmu itu sendiri.

Selain itu, Jackson menggambarkan kasus ini sebagai kombinasi tragis penyakit masa kanak-kanak dan konflik keluarga. Jackson juga tak lupa memuji gadis tersebut yang menurutnya menempuh cara gagah berani dalam mendekati ajal.

Gadis yang dikatakan tidak pernah menghadiri persidangan karena kondisinya tidak memungkinkan hingga akhirnya meninggal, dibawa ke Amerika Serikat.
Cryonics Institute yang berbasis di Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan bahwa jasad gadis remaja tersebut telah tiba di fasilitas mereka.

Jasadnya dikemas dalam es sejak pukul 5 sore pada 25 Oktober, sekira 8 hari setelah kematiannya dan menjadi pasien ke-144.

Biaya minimum untuk melakukan metode cryogenic adalah USD 28 ribu atau sekira Rp376 juta. Sedangkan, keluarga gadis tersebut mengeluarkan biaya USD 46 atau sekira Rp618 juta.(okz)

Editor:wawan k
Sumber:okezone.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww