Gara-gara Nyangkut di Dalam Botol, Perkakas Pria ini Terpaksa Diamputasi

Gara-gara Nyangkut di Dalam Botol, Perkakas Pria ini Terpaksa Diamputasi
Dr. Dennis Chirinos, salah satu dokter yang ikut dalam proses amputasi alat vital pria yang tersangkut di botol.
Selasa, 18 Oktober 2016 03:15 WIB
HONDURAS - Seorang pria harus merelakan perkakasnya diamputasi setelah tersangkut di dalam botol selama empat hari, dimana botol tersebut ia gunakan sebagai alat bantu seks.Dikutip dari Metro (16/10/2016), menurut salah seorang dari tim bedah yang menanganinya, pria berusia 50 tahun yang tak mau disebutkan namanya ini awalnya dilaporkan menggunakan sebuah botol plastik sebagai alat bantu seks. Karena alat vitalnya tersangkut, pria ini merasa malu untuk meminta bantuan dan akhirnya memutuskan untuk mendiamkan saja hal tersebut.

Empat hari kemudian, pria ini mengalami necrosis, sebuah kondisi yang membuat alat vitalnya menghitam dan membusuk. Tak ada pilihan lain, ia akhirnya memutuskan pergi ke rumah sakit.

loading...
Dr. Dennis Chirinos, salah seorang dokter yang menanganinya mengatakan, setelah melakukan proses operasi di Honduras, pria ini tidak akan bisa berhubungan badan lagi.

Ads
Dr. Dennis menuturkan jika timnya berhasil mengatur ulang posisi saluran urethra agar pria ini tetap dapat buang air kecil. Ia juga mengingatkan jika bahaya necrosis dapat terjadi dalam waktu kurang dari empat jam.

Kepada HSH Television Digital, Dr. Chirinos mengungkapkan ''Kasus yang dialami pria ini aneh, memang pernah terjadi sebelumnya, tapi tetap saja terasa aneh.''

''Pasien yang berusia 50 tahun ini tak memiliki istri atau kekasih. Itu sebabnya ia memutuskan untuk menyalurkan hasratnya, namun dengan cara yang salah.''

''Saat tiba di rumah sakit empat hari kemudian, kami terpaksa harus mengamputasi alat vitalnya karena kondisinya yang sudah 'mati'.''

''Saat alat vital dimasukkan ke dalam botol, hal ini akan menyebabkan terjadinya penyempitan pada pembuluh darah pada alat vital. Dan dalam waktu empat jam, anda bisa saja kehilangan alat vital anda.''

''Sayang, pasien tidak langsung meminta perawatan medis tepat waktu hingga akhirnya alat vitalnya perlahan membusuk dan mati. Kami tak punya pilihan lain, selain mengamputasi alat vitalnya.''

''Bukan hanya alat vitalnya yang mati, alat vitalnya sudah berubah warna menjadi hitam dan mulai membusuk parah,'' ujar Dr. Chirinos menambahkan.

Dr. Chirinos juga menghimbau kaum pria untuk menjaga kebersihan serta kesehatan dari alat vital, demi mencegah terjadinya infeksi atau munculnya penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya kanker.

Kepada La Prensa, Dr. Chirinos menganjurkan agar alat vital pria dibersihkan setidaknya tiga kali sehari atau setelah berhubungan badan untuk mengurangi resiko terjadinya hal yang tidak diinginkan. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww