Serangan Rusia Tewaskan 9.300 Jiwa di Suriah, AS dan Jerman Sebut "Barbar"

Serangan Rusia Tewaskan 9.300 Jiwa di Suriah, AS dan Jerman Sebut Barbar
Seorang pria berada di di tengah bangunan yang hancur akibat serangan udara Rusia di kawasan al-Kalasa, Aleppo. [AFP/Ameer Alhalbi]
Jum'at, 30 September 2016 16:23 WIB
BEIRUT - Setahun serangan udara Rusia di Suriah telah menewaskan lebih dari 9.300 orang, termasuk sekitar 3.800 warga sipil, seperti dilaporkan Agence France-Presse, Jumat (30/9/2016).

Organisasi Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) melaporkan, selain menewaskan warga sipil, serangan itu juga membunuh lebih dari 5.500 militan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) dan kelompok teror lainnya.

Semula, SOHR yang berbasis di London, Inggris yang memiliki banyak aktivis lapangan di Suriah, merilis bahwa serangan udara Rusia itu menewaskan 10.000 orang, tetapi kemudian dikoreksi.

Khusus militan ISIS, yang tewas lebih dari 2.700 orang dan sekitar 2.800 lainnya berasal dari faksi radikal lainnya. Serangan itu juga melukai setidaknya 20.000 warga sipil.

SOHR mengatakan, mereka dapat mengidentifikasi jenis pesawat, lokasi, pola penerbangan, dan amunisi yang digunakan dalam kampanye udara Rusia.

Direktur SOHR Rami Abdel Rahman mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan udara Rusia bisa lebih tingi lagi karena serangan masih terus belanjut.

Moskwa pada Kamis (29/9/2016) mengatakan, pihaknya bakal terus melanjutan serangan udara di Suriah, dan mengabaikan peringatan dari Washington, terutama terkait serangan ke Aleppo.

Sementara Reuters melaporkan, Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Kanselir Jerman Angela Merkel telah mengecam serangan udara Rusia di Aleppo, kota di Suriah utara, yang menyasar fasilitas kesehatan.

Kedua pemimpin tersebut "mengecam keras serangan barbar oleh Rusia dan rezim Suriah ke bagian timur Aleppo," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

"Mereka sepakat mengatakan bahwa Rusia dan rezim Suriah bertanggung jawab karena memutus akses kemanusiaan bagi petugas PBB sehingga sulit menjangkau daerah-daerah di Suriah,"kata pernyataan itu.

BEIRUT, KOMPAS.com –

 Setahun serangan udara Rusia di Suriah telah menewaskan lebih dari 9.300 orang, termasuk sekitar 3.800 warga sipil, seperti dilaporkan Agence France-Presse, Jumat (30/9/2016).

Organisasi Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) melaporkan, selain menewaskan warga sipil, serangan itu juga membunuh lebih dari 5.500 militan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) dan kelompok teror lainnya.

Semula, SOHR yang berbasis di London, Inggris yang memiliki banyak aktivis lapangan di Suriah, merilis bahwa serangan udara Rusia itu menewaskan 10.000 orang, tetapi kemudian dikoreksi.

Khusus militan ISIS, yang tewas lebih dari 2.700 orang dan sekitar 2.800 lainnya berasal dari faksi radikal lainnya. Serangan itu juga melukai setidaknya 20.000 warga sipil.

SOHR mengatakan, mereka dapat mengidentifikasi jenis pesawat, lokasi, pola penerbangan, dan amunisi yang digunakan dalam kampanye udara Rusia.

Direktur SOHR Rami Abdel Rahman mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan udara Rusia bisa lebih tingi lagi karena serangan masih terus belanjut.

Moskwa pada Kamis (29/9/2016) mengatakan, pihaknya bakal terus melanjutan serangan udara di Suriah, dan mengabaikan peringatan dari Washington, terutama terkait serangan ke Aleppo.

Sementara Reuters melaporkan, Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Kanselir Jerman Angela Merkel telah mengecam serangan udara Rusia di Aleppo, kota di Suriah utara, yang menyasar fasilitas kesehatan.

Kedua pemimpin tersebut "mengecam keras serangan barbar oleh Rusia dan rezim Suriah ke bagian timur Aleppo," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

"Mereka sepakat mengatakan bahwa Rusia dan rezim Suriah bertanggung jawab karena memutus akses kemanusiaan bagi petugas PBB sehingga sulit menjangkau daerah-daerah di Suriah,"kata pernyataan itu.

Ads
Editor:Kamal Usandi
Sumber:kompas.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww