Home >  Artikel >  SerbaSerbi

Gadis Cantik Ini Kapok Selfie Setelah Periksakan Wajah ke Dokter Kulit

Gadis Cantik Ini Kapok Selfie Setelah Periksakan Wajah ke Dokter Kulit
Mehreen Baig memeriksakan wajahnya ke dokter. (dream)
Rabu, 14 September 2016 10:47 WIB
LONDON - Bagi Anda yang hobi selfie, kisah Mehreen Baig ini perlu dijadikan pelajaran. Baig mengalami penuaan dini pada wajahnya gara-gara sering selfie.Dikutip dari Dream yang juga mengutip dari laman Witty Feed, blogger lifestyle cantik berusia 26 tahun ini biasa mengambil sekitar 50 kutip sehari untuk diposting di blog-nya dan di Instagram. Dia sangat suka mengetuk tombol kamera ponsel pintarnya demi bisa melihat versi terbaik dirinya.

Dia benar-benar bergantung pada kamera ponsel pintarnya untuk kehidupannya. Namun apa yang dia temukan berikutnya sungguh mengejutkan dan membuatnya sedikit ketakutan.

Ternyata High Energy Visible Light (HEV) yang dipancarkan dari penggunaan perangkat elektronik seperti notebook, tablet, dan kamera ponsel menyebabkan kerusakan parah pada kulit. Sel-sel kulitnya telah mengalami penuaan dini. Dia kemudian memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit untuk menemukan obatnya.

Ads
Dia akhirnya menemukan jawaban untuk masalahnya itu setelah mengunjungi Dr Simon Zokaie, Dermatolog dan Dokter Kecantikan di sebuah klinik kulit di London.

Setelah analisis terus-menerus dan mendalam pada kulitnya, Baig menemukan ada bintik-bintik di pipinya, pori-porinya membesar, terjadi pigmentasi pada kulit wajahnya, muncul keriput dan bahkan lingkaran hitam di bawah matanya. Kulitnya ternyata semakin rusak oleh cahaya biru HEV!

Solusi yang sangat jelas untuk masalah ini adalah mengurangi aktivitas selfie dalam sehari. Simon menyarankan dia untuk menggunakan krim Vitamin A setelah matahari terbenam untuk mencegah kerusakan kulit.

Selain itu Baig diminta untuk menggunakan serum anti-oksidan tertentu yang secara bertahap mengurangi bahaya selfie tersebut.

Kapok Selfie

Baig yakin bahwa selfie adalah cara terbaik untuk mengekspresikan emosi dan membiarkan orang tahu perasaan Anda. Tetapi, setelah bertemu dokter, Baig mengakui bahwa kulitnya mengalami penuaan secara prematur karena cahaya biru HEV telah menembus sangat dalam ke sel kulitnya dan merusaknya.

Ini menyadarkan Baig tentang bahaya serius yang ditimbulkan cahaya biru kamera ponselnya. Simon mengatakan ada tiga faktor utama yang terlibat dalam menyebabkan kerusakan besar pada kulitnya. Selain cahaya biru HEV, ada polusi dan sinar ultraviolet matahari yang merusak.

Setelah mengalami masalah kerusakan kulit dan mengetahui penyebabnya, Baig tampaknya tidak kapok untuk tetap selfie.

Baig tidak mau menyerah melakukan selfie karena dia merasa itu adalah satu-satunya cara dia bisa membayar sewa apartemennya. Tapi, ya, dia telah memutuskan untuk menggunakan semua rekomendasi yang disarankan Simon. ***

Editor : sanbas
Sumber : dream.co.id
Kategori : SerbaSerbi
www www