Nomor 58 Marco Simoncelli “Haram” Bagi Pembalap Lain

Nomor 58 Marco Simoncelli “Haram” Bagi Pembalap Lain
Marco Simoncelli
Minggu, 11 September 2016 17:57 WIB
SAN MARINO – Dorna Sports resmi menonaktifkan nomor 58 dari Motogp untuk selamanya. Langkah “pengharaman” itu dilakukan sebagai penghormatan untuk mendiang Marco Simoncelli yang pernah memakai nomor itu pada 2010-2011.Hal itu diumumkan CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta jelang Motogp San Marino. Menurutnya nomor 58 sangat identik dengan sang Super SIC dan tidak berhak dipakai oleh pembalap lain baik di kelas Motogp, Moto2, maupun Moto3.

“Hari ini kami mengatakan pada Paolo, ayah Simoncelli bahwa mulai detik ini nomor 58 akan menjadi milik keluarga Simoncelli. Artinya tidak boleh ada pembalap lain yang memakai nomor 58 kecuali seizin keluarga Simoncelli,” ungkap Carmelo seperti dilansir laman Crash, Sabtu (9/9/2016).

Dengan demikian nomor 58 kini menyusul empat nomor lain sudah terlebih dahulu dipensiunkan dari Motogp, yakni nomor 34 milik Kevin Schwantz, 48 milik Shoya Tomizawa, 65 kepunyaan Capirossi, dan 74 milik mendiang Daijiro Kato.

Ads
Carmelo menambahkan, dirinya dan petinggi-petinggi lain di Dorna sudah sejak lama membahas tentang nasib dan masa depan nomor 58 selepas meninggalnya pembalap asal Italia itu akibat kecelakaan di Sirkuit Sepang, Malaysia pada Motogp 2011.

“Kami sudah sering membahas soal kemungkinan pelarangan nomor 58 ini sejak insiden itu. Sekali lagi nomor ini sangat identik dengan Marco Simoncelli dan sekarang kami sepakat untuk memensiunkannya,” imbuhnya.

Akibat keputusan Dorna tersebut, saat ini ada satu pembalap yang terpaksa mencari nomor baru. Dia adalah Juanfran Guevara, pembalap bernomor 58 dari tim RBA Racing yang bermain di kelas Moto3.

Sebagai informasi, Marco Simoncelli dikenal sebagai pembalap yang agresif dan ugal-ugalan ketika di lintasan. Saking agresifnya, pembalap yang sempat digadang-gadang sebagai penerus Valentino Rossi itu tidak jarang bersenggolan dengan pembalap lain.

Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa adalah beberapa pembalap yang benci dengan gaya balap Simoncelli. Meski begitu ketika pria berambut keriting itu meninggal secara tragis, semua merasa kehilangan tidak terkecuali Lorenzo dan Pedrosa.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:solopos.cm
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww