Efek Penjualan Mobil Bekas Semakin Terasa dengan Kehadiran Calya & Sigra

Efek Penjualan Mobil Bekas Semakin Terasa dengan Kehadiran Calya & Sigra
Dealer mobil bekas.
Minggu, 11 September 2016 23:45 WIB

JAKARTA - Multipurpose Vehicles (MPV) rupanya masih menjadi primadona masyarakat Indonesia, tidak hanya untuk segmen mobil baru, MPV bekas pun masih sangat diminati. Khususnya di segmen low MPV, seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Kini kehadiran MPV LCGC (Low Cost and Green Car) dari dua pabrikan besar Toyota  dan Daihatsu yang bernama Calya dan Sigra, ternyata mampu memberikan efek terhadap pedagang mobil bekas.

Dari riset yang dilakukan divisi penelitian dan pengembangan (Litbang) Carmudi Indonesa tercatat ada pengaruh besar kehadiran Toyota Calya dan Daihatsu Sigra bagi para pedagang mobil bekas. Seperti diutarakan Ketua Ikatan Pedagang Mobil Jakarta Timur (IPMJ), H. Ahmad Fadilah.

“Harga yang ditawarkan itu (Calya dan Sigra) cukup mengurangi demand pembeli mobil bekas Avanza dan Xenia hingga mencapai 50%, itu karena adanya kesamaan kisaran harga mobil bekas Avanza dan Xenia dengan mobil baru Calya dan Sigra,” kata Ahmad.

Menilik dari harga kisaran yang diberikan pemegang merek MPV LCGC tersebut memang sangat menarik para calon pembeli mobil bekas. Harga terendah Rp106,6 juta hingga Rp149 juta cukup membuat konsumen mobil bekas untuk melirik MPV LCGC keluaran terbaru tersebut.

Ads
Dari sudut pandang CEO Carmudi Indonesia, Subir Lohani ada kencenderungan kalangan ekonomi menengah di Indonesia sudah mulai membandingkan antara LCGC keluaran terbaru dengan MPV bekas sekelas Avanza dan Xenia.

“Kami melihat kebiasaan konsumen dalam memilih kendaraan pertama mereka. Model mobil seperti Avanza dan Xenia telah mendominasi baik pasar mobil baru maupun bekas selaras dengan keduanya telah menajdi produk berkualitas dengan harga terjangkau. Namun, sekarang kami melihat adanya “Generasi Baru” dari pembeli yang menginginkan mobil LCGC dengan ukuran dan fungsi seperti Avanza dan Xenia, tapi dengan harga yang lebih rendah dari kedua mobil tersebut,” jelas Subir.

Pedagang Menurunkan Harga Jual

Perihal ragam pilihan mobil bekas dengan harga sama seperti Calya dan Sigra (Rp106,6 juta hingga Rp149 juta), situs Carmudi menemukan ada 11.300 listing mobil bekas yang tersedia. Mulai dari Honda Jazz iDSI keluaran 2005, Nissan Grand Livina SV (2012), hingga Toyota Avanza G (2013). Cek harga tersebut di Harga Mobil Bekas Rp100-150 Juta.

Litbang Carmudi Indonesia pun menemukan adanya pergerakan dari para penjual mobil bekas untuk menurunkan harga jual mobilnya. Tidak hanya itu, pedagang mobil bekas yang menjual Avanza dan Xenia juga melakukan usaha untuk menarik calon pembeli dengan mengubah harga jual mobil bekas tersebut. Jika sebelum peluncuran Calya dan Sigra pada bulan Agustus 2016, mobil Avanza bekas tahun 2016 dihargai Rp165 juta, sebulan kemudian harga pasaran mobil tersebut menjadi Rp160 jutaan.

“Hal itulah yang membuat konsumen banyak membandingkan keluaran LCGC terbaru dengan Avanza dan Xenia bekas. Itu juga berimbas pada terjadinya depresiasi harga di pasar mobil seken untuk model Avanza dan Xenia,” tambah Subir.

Faktanya telah terjadi depresiasi 3% terhadap mobil bekas tersebut hanya dalam rentang satu bulan setelah peluncuran Calya dan Sigra. Temuan serupa juga diamati Herjanto Kosasih, Senior Manager WTC Mangga Dua yang terkenal sebagai bursa mobil bekas terbesar di Indonesia. Menurut Herjanto, harga mobil bekas Avanza-Xenia mengalami penurunan harga 5-10% atau jika dinominalkan sebesar Rp15 jutaan.

Perihal persentase ketertarikan konsumen memilih antara Toyota Calya dan Daihatsu Sigra, Litbang Carmudi menemukan data 1.000 pengunjung www.carmudi.co.id sebanyak 83,7% memilih Toyota Calya ketimbang Daihatsu Sigra yang hanya diminati 16,3%. Dengan peminat potensial (leads) Toyota Calya mencapai 89% dan Daihatsu Sigra 11%. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww