Setelah Dibius, Pasien Demam Berdarah Diperkosa Dokter di Bangsal Rumah Sakit

Setelah Dibius, Pasien Demam Berdarah Diperkosa Dokter di Bangsal Rumah Sakit
Ilustrasi. (int)
Sabtu, 10 September 2016 19:51 WIB
NEW DELHI - Seorang wanita berusia 19 tahun menjadi korban pemerkosaan dokter dan staf rumah sakit saat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di India. Kedua pelaku sudah ditangkap aparat kepolisian.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (10/9/2016), kedua tersangka ditangkap pada Kamis (8/9) waktu setempat setelah korban mengungkapkan dirinya dibius dengan obat-obatan dan diperkosa dua kali di rumah sakit. Korban tengah menjalani perawatan di rumah sakit atas demam berdarah yang dideritanya.

Korban menyebutkan, tindak pemerkosaan itu terjadi saat akhir pekan lalu. Identitas korban tidak bisa dirilis ke publik untuk alasan hukum. Korban kini dipindahkan ke unit perawatan intensif di rumah sakit Apollo, Gujarat.

"Laporan medis mengkonfirmasi terjadinya pemerkosaan dan korban telah mengidentifikasi kedua tersangka. Mereka telah dalam penahanan polisi," ujar Kepala Kepolisian Gandhinagar, Virendra Yadav, kepada AFP.

Ads
Yadav menyatakan, pihaknya telah mengirimkan sampel darah kedua tersangka untuk dites secara forensik dan juga memeriksa rekaman CCTV di rumah sakit. Rumah sakit Apollo yang tergolong rumah sakit ternama di India, menyatakan akan bekerja sama dengan kepolisian dalam kasus ini.

"Bangsal yang menjadi lokasi kejadian, memiliki 14 staf yang terus bekerja seiring waktu, dan dilengkapi dengan sejumlah kamera CCTV," demikian pernyataan rumah sakit Apollo.

Kasus pemerkosaan di rumah sakit semacam ini bukan yang pertama kali terjadi di India. Pada Februari lalu, seorang remaja yang dirawat di rumah sakit usai menjadi korban kekerasan seksual di Jharkhand, kembali diperkosa oleh petugas keamanan rumah sakit.

Penghitungan Biro Catatan Kejahatan Nasional India menyebut, lebih dari 34 ribu kasus pemerkosaan dilaporkan sepanjang tahun 2015. Namun jumlahnya diyakini jauh lebih besar, karena banyak kasus serupa yang tidak dilaporkan ke polisi maupun otoritas berwenang.***
Editor:sanbas
Sumber:detik.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww