Trump: Putin Pun Tertawa Saat Melihat Hillary

Trump: Putin Pun Tertawa Saat Melihat Hillary
Donald Trump saat berkampanye di Maine, Kamis (4/8/2016). [AFP]
Rabu, 07 September 2016 17:37 WIB
VIRGINIA BEACH - Kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik,  Donald Trump menggelar rangkaian kampanye pekan ini khusus untuk mengangkat isu kebijakan militer.

Selain itu, tak lupa dia pun memojokkan rivalnya, kandidat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Berbicara di hadapan komunitas militer pendukungnya, Trump berjanji untuk menumpas kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Dia pun berencana menutup akses pengungsi dari Suriah dan negara-negara timur tengah lainnya ke AS. Hal ini terkait dengan perhatian tentang masalah terorisme.

Selain itu, Trump pun mengaku akan mengubah kesepakatan nuklir Iran. Dia menyebut kesepakatan tersebut sebagai salah satudeal terbodoh yang pernah dia lihat. 

Tak lupa, dalam kampanye kali ini Trump pun menghantam Hillary Clinton dengan isu saat dia masih menjabat sebagai Menteri Luar Negeri terkait penggunaan email pribadi untuk urusan negara.  

"Hillary adalah bencana dilihat dari berbagai aspek," kata dia.  

Sementara itu, mengomentari prospek dari pertemuan Presiden Rusia Vladimir Puttin dan Presiden AS Barack Obama, Trump malah mengungkapkan gurauannya.

"Putin melihat ke Hillary dan lalu tertawa," sebut Trump. 

Hillary dan para asistennya mencatat, Trump memiliki hubungan yang baik dengan Putin. Bahkan diduga, Rusia pun terlibat dalam peretasan email milik Hillary Clinton.

Jaminan kesehatan militer

Sementara itu, dalam diskusi soal jaminan kesehatan militer, Trump yang mendapatkan hasil polling buruk dari pemilih perempuan, mengaku akan menitikberatkan perhatian kepada veteran wanita.

Menurut dia, veteran wanita selama ini seolah telah dilupakan dalam sistem yang berjalan di AS.

Trump diperkirakan akan kembali mengangkat isu tentang militer dalam kampanye di Pennsylvania, Ohio, dan Florida pekan ini.

Rabu malam (7/9/2016), seperti diberitakan USA Today,  Trump dan Hillary akan ambil bagian dalam forum "Commander-In-Chief" yang digagas MSNBC.

Sebelum kampanye yang berlangsung di Pusat Seni PertunjukanSandler di Virginia Beach berakhir, Trump mengumumkan dukungan dari 88 pensiunan jenderal dan laksamana.

"Mereka adalah pejuang kami," kata Trump.

Virginia adalah satu dari wilayah Republiken yang justru dimenangi Obama dalam dua pemilihan presiden yang diikutinya. 

Ketika polling Idi CNN memberikan dua poin lebih tinggi bagi Trump di Virginia, polling lainnya justru menempatkan Hillary dalam posisi lebih unggul.

"Kita harus menang di sini," kata Trump.

"Virginia adalah negara bagian yang sangat penting," tegas dia.

VIRGINIA BEACH, KOMPAS.com 

- Kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik,  Donald Trump menggelar rangkaian kampanye pekan ini khusus untuk mengangkat isu kebijakan militer.

Selain itu, tak lupa dia pun memojokkan rivalnya, kandidat dari Partai DemokratHillary Clinton.

Berbicara di hadapan komunitas militer pendukungnya, Trump berjanji untuk menumpas kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Dia pun berencana menutup akses pengungsi dari Suriah dan negara-negara timur tengah lainnya ke AS. Hal ini terkait dengan perhatian tentang masalah terorisme.

Selain itu, Trump pun mengaku akan mengubah kesepakatan nuklir Iran. Dia menyebut kesepakatan tersebut sebagai salah satudeal terbodoh yang pernah dia lihat. 

Baca: Dukungan Senat AS untuk Kesepakatan Nuklir Iran

Tak lupa, dalam kampanye kali ini Trump pun menghantam Hillary Clinton dengan isu saat dia masih menjabat sebagai Menteri Luar Negeri terkait penggunaan email pribadi untuk urusan negara.  

"Hillary adalah bencana dilihat dari berbagai aspek," kata dia.  

Sementara itu, mengomentari prospek dari pertemuan Presiden Rusia Vladimir Puttin dan Presiden AS Barack Obama, Trump malah mengungkapkan gurauannya.

"Putin melihat ke Hillary dan lalu tertawa," sebut Trump. 

Hillary dan para asistennya mencatat, Trump memiliki hubungan yang baik dengan Putin. Bahkan diduga, Rusia pun terlibat dalam peretasan email milik Hillary Clinton.

Baca: Pertemuan Tumpul Obama-Putin di Ajang G20

Jaminan kesehatan militer
Sementara itu, dalam diskusi soal jaminan kesehatan militer, Trump yang mendapatkan hasil polling buruk dari pemilih perempuan, mengaku akan menitikberatkan perhatian kepada veteran wanita.

Menurut dia, veteran wanita selama ini seolah telah dilupakan dalam sistem yang berjalan di AS.

Trump diperkirakan akan kembali mengangkat isu tentang militer dalam kampanye di Pennsylvania, Ohio, dan Florida pekan ini.

Rabu malam (7/9/2016), seperti diberitakan USA Today,  Trump dan Hillary akan ambil bagian dalam forum "Commander-In-Chief" yang digagas MSNBC.

Sebelum kampanye yang berlangsung di Pusat Seni PertunjukanSandler di Virginia Beach berakhir, Trump mengumumkan dukungan dari 88 pensiunan jenderal dan laksamana.

"Mereka adalah pejuang kami," kata Trump.

Virginia adalah satu dari wilayah Republiken yang justru dimenangi Obama dalam dua pemilihan presiden yang diikutinya. 

Ketika polling Idi CNN memberikan dua poin lebih tinggi bagi Trump di Virginia, polling lainnya justru menempatkan Hillary dalam posisi lebih unggul.

"Kita harus menang di sini," kata Trump.

"Virginia adalah negara bagian yang sangat penting," tegas dia. 

Editor: Glori K. Wadrianto
 
Apakah Anda ingin m
Ads
Editor:Kamal Usandi
Sumber:kompas.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww