Letjen (Purn) Suryo Prabowo Ditahan Petugas Bandara Changi, Panglima TNI Protes Singapura

Letjen (Purn) Suryo Prabowo Ditahan Petugas Bandara Changi, Panglima TNI Protes Singapura
Letjen (Purn) Suryo Prabowo. (merdeka.com)
Jum'at, 19 Agustus 2016 14:59 WIB
JAKARTA - Mantan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen (Purn) Suryo Prabowo sempat ditahan petugas Bandara Changi pada Rabu (17/8), karena masuk daftar hitam pihak Imigrasi Singapura.

Menanggapi hal ini, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak Singapura. Panglima TNI juga berencana melayangkan nota protes melalui Kementerian Luar Negeri.

"Jadi TNI sudah berkoordinasi kemudian, Kabais sudah ke Atase Pertahanan Singapura di sini. Dan kami sudah mengirim surat kepada Kemenlu agar menyampaikan nota protes," kata Gatot usai membuka Kejurnas Karate Piala Presiden IV di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (19/8/2016).

loading...
Gatot mengatakan bahwa sewaktu-waktu dirinya pun bisa masuk dalam daftar hitam. Namun ia mengatakan, apa yang terjadi pada Suryo Prabowo adalah kesalahan. Atas alasan salah paham, sepatutnya pihak Singapura meminta maaf. Sebab, itulah etika yang berlaku.

Ads
"Bisa jadi suatu saat saya pun akan di-blacklist. Seharusnya kalau blacklist seperti itu salah, kalau salah harusnya adalah meminta maaf dan mengantarkan sampai ke sana. Itu etikanya kan demikian, tapi ini salah, ya sudah dilepas begitu aja. Nanti semua orang kan dipanggil-panggilin nggak baik itu," ujar Gatot.

Gatot secara gamblang mengatakan tidak senang atas kejadian yang menimpa lulusan terbaik Akabri tahun 1976 ini.

"(Alasan mereka) katanya salah, salah paham atau paham salah. Ini kan enggak benar. Ini warga negara loh, warga negara Indonesia loh. Apalagi beliau purnawirawan," ujar Gatot.

"Saya sendiri sebagai Panglima TNI tidak senang, tidak senang pemerintah Singapura memperlakukan mantan prajurit TNI seperti itu. Suatu saat saya pun bisa di-blacklist seperti itu. Harusnya, oh saya (Singapura) punya prosedur seperti ini, terindikasi anda di-blacklist. Ternyata salah (paham), (maka seharusnya) antarkan dong. Bukan salah (paham), (lalu) sudah pergi sana aja. Emangnya apa?" ungkap Gatot.

Suryo Prabowo ialah mantan Kepala Staf Umum TNI pada periode 1 April 2011-30 Juni 2012. Ia sempat menjadi Wakil Gubernur Timor Timur pada tahun 1998. Perwira TNI AD korps Zeni ini adalah alumni Akabri tahun 1976, dengan penghargaan Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama sebagai taruna lulusan terbaik.

Dari akun facebook Suryo Prabowo sempat menceritakan singkat kronologi kejadian yang menimpanya. Ia menceritakan ketika akan keluar terminal untuk mengambil bagasi, ia tertahan oleh pihak Imigrasi Singapura.

Ia kemudian ditanya soal riwayat hidupnya selama sekitar 1 jam. Ia juga sempat ditanya mengenai hal yang tidak diketahuinya, yaitu sosok Indra M. Pada Rabu (17/8) ia baru pulang dari Fiji dengan menggunakan maskapai Fiji Airways FJ361.

"Kejadiannya sbb: ketika hari ini pukul 05.20 waktu Singapore, saya transit di Singapore kemudian keluar terminal utk mengambil bagasi, karena saya pindah pesawat utk kembali ke Jakarta untuk mengikuti acara 17an di kampung saya," tulis Suryo.

"Di imigrasi ternyata nama saya ada didaftar BLACKLIST, lalu saya diinterview panjang lebar selama 1 jam-an tentang 'riwayat hidup' saya dan dipertanyakan hubungan saya dengan orang yang tidak saya kenal bernama Indra M," tambahnya.***
Editor:sanbas
Sumber:detik.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww