Home >  Artikel >  SerbaSerbi
Liputan Khusus Religi

MUDI Mesra Samalanga, Dayah Tua Bertabur Mutiara

Jum'at, 29 Juli 2016 15:02 WIB
Penulis: Joniful Bahri
Kurikulum dan Fasilitas

Sementara itu, dayah yang mulai diminati kalangan remaja luar negeri ini, masih tetap fokus di bidang kurikulum pelajaran tafsir, hadits, fiqh, usul fiqh, kalam, dakwah dan pelajaran lain yang berhubungan dengan kebutuhan, ketrampilan hidup serta pengembangan dalam masyarakat.

Kegiatan santri di luar jam belajar juga dapat mengikuti ekstra kurikuler, para santri sendiri mendapatkan pengajaran kursus dan keterampilan seperti kursus komputer, mengetik, menjahit, tata boga dan bordir. Selain itu juga diajarkan bahasa Inggris dan bahasa Arab.

Ads
Selain pelajaran yang berkaitan dengan ilmu pendidikan, para santri juga diajarkan cara pertukangan, pertanian dan industri sesuai keinginannya. “Bahkan saat ini kita sedang mengupayakan pembangunan ruang khusus telekomunikasi bagi santri baik untuk putra dan putri, sehingga para santri lebih mudah untuk berkumunikasi dengan keluarga,” ujar Humas Mudi Mesra, Tgk Hermansyah M Yusuf kepada GoAceh.

Selain itu, ada juga ruang laboratorium, ruang kajian kitab, perpustakaan, dayah ini juga menyediakan fasilitas lainnya untuk proses belajar mengajar. “Untuk bidang sarana olahraga, di samping komplek dayah juga tersedia lapangan badminton, tenis meja,” katanya.

Untuk kesehatan, MUDI Mesra juga menjalin kerjasama dengan Puskesmas setempat, dalam rangka memberantas penyakit demam berdarah dan diare serta melakukan bakti amal, apalagi di komplek ini tersedia Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren), dan dua unit koperasi.

Tidak luput juga dalam hal rumah tangga, para dewan guru yang sudah memiliki pasangan hidup, maka akan dinikahkan secara massal di Masjid Poe Teumeuruhom di komplek Dayah.

Prosesi nikah massal tersebut langsung dilakukan oleh Syekh H Hasanoel Basry atau yang akrab disapa Abu Mudi. Namun tetap menghadirkan para wali santri, para santri mondok dan undangan lainnya.

Dikunjungi Ulama Luar Negeri

Dayah ini sempat dikunjungi oleh kalangan pejabat negara dan ulama dari luar negeri seperti ulama Yaman, Syekh Muhammad bin Ahmad bin Abdul Bari al-Ahdal. Kemudian, Syekh Habib Sayyid Muhammad Ahmad Daud al-Baththah al-Ahdal, dari bait al-Ahdal, cucu pengarang kitab Kawakib ad-Durriyah Syarah Mutammimah juga ikut menginjak kakinya di dayah ini.

Sementara ulama ternama dari Malaysia, Syekh Ismail H Kassim dan tiga ulama besar dari Suriah, Syekh Adnan Al-Alfyuni beserta rombongan, Syekh Mahmud dan Syekh Umar Dib juga para ulama di Aceh sendiri, termasuk Menteri Sosial RI, Salim Segaf Al Jufri.

Komplek Dayah MUDI Mesra terus terbenah, kendati masih terdapat bilik santri yang berdinding kayu dan mulai keropos, menandakan perlunya rehablitasi seiring meningkatnya santri baik putra dan putri.

“Mamang masih banyak bilik-bilik yang masih berdinding papan yang butuh perenovasian permanen. Kita juga memiliki lahan yang luas sekitar 8 hektare. Tidak sepenuhnya, lahan terisi dengan bangunan permanen,” kata Humas Mudi Mesra, Tgk Hermansyah M Yusuf kepada GoAceh.

Kondisi saat ini, sangat mendesak untuk perluasan bangunan, karena santri terus bertambah baik dari Aceh itu sendiri maupun dari luar seperti dari Jambi, Lampung dan Bekasi serta Jakarta. Para santri juga diberi kesempatan untuk kuliah umum di luar Dayah, umumnya santri kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Aziziyah.

Editor : Kamal Usandi
Kategori : SerbaSerbi
www www