Home >  Artikel >  SerbaSerbi
Liputan Khusus Religi

MUDI Mesra Samalanga, Dayah Tua Bertabur Mutiara

Jum'at, 29 Juli 2016 15:02 WIB
Penulis: Joniful Bahri
Melahirkan Tokoh

Sedangkan ulama besar alumni dayah MUDI Mesra di antaranya adalah Tgk Kasem TB (Abu Kasem), Tgk Ibrahim Ishak (Abu Budi Lamno), Tgk Mukhtar bin Abdul Wahab (Abon Teupin Raya), Tgk Ibrahim Bardan (Abu Panton), Tgk Daud Lueng Angen (Abu Lhok Nibong), Tgk Muhammad Yusuf A Wahab (Tu Sop), Abu Ismail (Ayah Caleu), Tgk Nuruzzahri (Waled Nu).
 
Disinggung dengan pejabat, ulama atau tokoh masyarakat Aceh yang terkenal dari sederatan nama alumni, Tgk M Nasir yang sempat berfikir sejenak mengaku, ada tokoh-tokoh atau pejabat di Aceh yang juga alumni MUDI Mesra.
 
Di antaranya anggota dewan, adalah Tgk Fakhrurrazi A Jalil (DPRK Pidie), Tgk Dhiauddin Idris dan Tgk Muslem (DPRK Pidie Jaya), Ruslan M Daud (Bupati Bireuen), Tgk Razali Nurdin (DPRK Bireuen), dan Tgk Saifannur H Cut (DPRK Aceh Utara).
 
Kemudian, pejabat pemerintah daerah, adalah Tgk Amiruddin (Kanwil DKI Jakarta), Tgk Fakhrurrazi Hamzah (Kepala Baitul Mal Aceh Utara), Tgk Boyhaki (Kepala Baitul Mal Lhokseumawe).
 
Pengajar di luar Aceh dan luar negeri, Tgk Syakya M Ali (staf pengajar di Darul 'Ulum Makkah), Tgk Abd Yazid Yusuf (staf pengajar di As-Syafiiyah Jakarta), Tgk Hasballah Thaib (guru besar UISU Medan dan pendiri Pesantren Darul Arafah Medan), dan Tgk Khalidin Yacob (imam besar Masjid Ashabul Kahfi, Australia).
 
Pengajar di Aceh, di antaranya Tgk Syamsul Rizal (Pembantu Rektor UIN Ar-Raniry), Tgk Mahmud Shaleh, Tgk Tarmizi, Tgk Samrijal, Tgk Iswadi, Tgk Idham (dosen UIN Ar-Raniry). Lalu, Tgk Idham dosen Unsyiah dan Tgk Abdullah dan Tgk Rizwan H Ali (dosen STAIN Malikussaleh). "Ini nama-nama yang saya ingat, dan masih banyak lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu," ujar Tgk M Nasir.
 
Prestasi
 
Di sisi lain, sederet prestasi yang diukir para santri juga menjadi catatan penting keberhasilan MUDI Mesra, di antaranya juara kaligrafi dan bedah kitab serta lomba baca kita kuning tingkat nasional.
 
Seperti halnya Tgk Ahmadi (22), santri kelas IX (katkasus), putra kelahiran Aceh Tenggara, ia berhasil mewakili Aceh dan menjuarai peringkat pertama lomba baca kitab kuning tingkat Nasional di Jakarta baru-baru ini. Atas keberhasilan itu, dia mendapat kehormatan umrah ke tanah suci sebelum Ramadan 2016.
 
“Meski terasa jenuh selama sembilan tahun di dayah ini, tapi perasaan saya tetap tenang dan damai. Untuk mengobati kejenuhan, maka berusaha untuk belajar bersama teman santri lainnya,” kata putra kedua anak pasangan keluarga Idris dan Imah ini. 
  
Menurutnya, mondok di MUDI Mesra mulai dijalani setelah menamatkan sekolah SD. Sejak awal Tgk Ahmadi memiliki cicta-cita mulia, yaitu suatu hari kelak ingin mendirikan sebuah pesantren di kampung halaman orangtuanya di Aceh Tenggara.
 

Melahirkan Tokoh

Sedangkan ulama besar alumni dayah Mudi Mesra di antaranya adalah Tgk Kasem TB (Abu Kasem), Tgk Ibrahim Ishak (Abu Budi Lamno), Tgk Mukhtar bin Abdul Wahab (Abon Teupin Raya), Tgk Ibrahim Bardan (Abu Panton), Tgk Daud Lueng Angen (Abu Lhok Nibong), Tgk Muhammad Yusuf A Wahab (Tu Sop), Abu Ismail (Ayah Caleu), Tgk Nuruzzahri (Waled Nu).

 

Disinggung dengan pejabat, ulama atau tokoh masyarakat Aceh yang terkenal dari sederatan nama alumni, Tgk M Nasir yang sempat berfikir sejenak mengaku, ada tokoh-tokoh atau pejabat di Aceh yang juga alumni Mudi Mesra.

 

Di antaranya anggota dewan, adalah Tgk Fakhrurrazi A Jalil (DPRK Pidie), Tgk Dhiauddin Idris dan Tgk Muslem (DPRK Pidie Jaya), Ruslan M Daud (Bupati Bireuen), Tgk Razali Nurdin (DPRK Bireuen), dan Tgk Saifannur H Cut (DPRK Aceh Utara).

 

Kemudian, pejabat pemerintah daerah, adalah Tgk Amiruddin (Kanwil DKI Jakarta), Tgk Fakhrurrazi Hamzah (Kepala Baitul Mal Aceh Utara), Tgk Boyhaki (Kepala Baitul Mal Lhokseumawe).

 

Pengajar di luar Aceh dan luar negeri, Tgk Syakya M Ali (staf pengajar di Darul 'Ulum Makkah), Tgk Abd Yazid Yusuf (staf pengajar di As-Syafiiyah Jakarta), Tgk Hasballah Thaib (guru besar UISU Medan dan pendiri Pesantren Darul Arafah Medan), dan Tgk Khalidin Yacob (imam besar Masjid Ashabul Kahfi, Australia).

 

Pengajar di Aceh, di antaranya Tgk Syamsul Rizal (Pembantu Rektor UIN Ar-Raniry), Tgk Mahmud Shaleh, Tgk Tarmizi, Tgk Samrijal, Tgk Iswadi, Tgk Idham (dosen UIN Ar-Raniry). Lalu, Tgk Idham dosen Unsyiah dan Tgk Abdullah dan Tgk Rizwan H Ali (dosen STAIN Malikussaleh). "Ini nama-nama yang saya ingat, dan masih banyak lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu," ujar Tgk M Nasir.

 

Prestasi

Di sisi lain, sederet prestasi yang diukir para santri juga menjadi catatan penting keberhasilan Dayah Mudi Mesra, di antaranya juara kaligrafi dan bedah kitab serta lomba baca kita kuning tingkat nasional.

 

Seperti halnya Tgk Ahmadi (22), santri kelas IX (katkasus), putra kelahiran Aceh Tenggara, ia berhasil mewakili Aceh dan menjuarai peringkat pertama lomba baca kitab kuning tingkat Nasional di Jakarta baru-baru ini. Atas keberhasilan itu, dia mendapat kehormatan umrah ke tanah suci sebelum Ramadan 2016.

 

“Meski terasa jenuh selama sembilan tahun di dayah ini, tapi perasaan saya tetap tenang dan damai. Untuk mengobati kejenuhan, maka berusaha untuk belajar bersama teman santri lainnya,” kata putra kedua anak pasangan keluarga Idris dan Imah ini.

 

Menurutnya, mondok di Dayah Mudi Mesra mulai dijalani setelah menamatkan sekolah SD. Sejak awal Tgk Ahmadi memiliki cicta-cita mulia, yaitu suatu hari kelak ingin mendirikan sebuah pesantren di kampung halaman orangtuanya di Aceh Tenggara.

Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : SerbaSerbi
www www