Alasan Sebagai Area ISIS, Tentara AS Bombardir Sebuah Daerah di Suriah, Korban Sipil Berjatuhan Mencapai 200 Orang Tewas

Alasan Sebagai Area ISIS, Tentara AS Bombardir Sebuah Daerah di Suriah, Korban Sipil Berjatuhan Mencapai 200 Orang Tewas
ilustrasi
Kamis, 21 Juli 2016 11:50 WIB

MANBIJ - Lagi-lagi kebiasaan lama tentara Amerika Serikat (AS). Untuk menyerang suatu daerah, selalu mengkambinghitamkan suatu kelompok. Jika dulu Alqaeda jadi alasan sasaran, kini diubah menjadi ISIS.

Seperti serangan udara AS di Manbij menyebabkan sedikitnya 200 korban jiwa dari kalangan sipil. Wilayah di utara Aleppo itu dibombardir karena alasan area itu dikuasai oleh ISIS.

Pada Selasa (19/7/2016), Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan sedikitnya 56 warga sipil tewas, termasuk 11 anak-anak dalam serangan udara di Tokhar, Manbij. Sebanyak 10 korban lain, termasuk empat anak-anak tewas di desa Hamira, selatan Manbij.

Observatorium mengatakan jumlah korban kemungkinan terus meningkat seiring dengan upaya mengusir ISIS dari sana. Sejak Pasukan Demokratik Suriah (DFS) meluncurkan operasi pada akhir Mei, total korban sipil mencapai 167 orang.

Ads
Penduduk di wilayah setempat mengatakan jumlah korban tewas mencapai 200 orang. Direktur Observatorium, Rami Abdel-Rahman mengaku yakin bahwa serangan udara terbaru pada Selasa dilakukan oleh pesawat koalisi AS.

Pemimpin komunitas Manbij, Hasan al-Nifi mengatakan wilayahnya cukup padat penduduk. Jumlahnya mencapai setengah juta orang. ''Penduduk digunakan sebagai tameng oleh ISIS. Kemarin koalisi menyerang al-Zahuna, 23 orang tewas,'' kata dia.

Koalisi juga menghantam gerbang barat kota dan menewaskan enam orang. Menurut al-Nifi saat ini penduduk Tokhar dalam ancaman pembunuhan massal. ''Jumlah korban tewas meningkat jadi 212 orang dan akan terus bertambah,'' kata dia.

Kontributor Aljazirah melaporkan Komando Pusat AS telah mengonfirmasi adanya serangan udara di dekat Manbij. ''Komando perlu melakukan penyelidikan atas tuduhan jatuhnya korban sipil, jika terbukti maka mereka baru akan mengambil langkah yang diperlukan,'' katanya.***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww